IHSG Bakal Pecah 6.200, Asing Buruan Belanja 10 Saham Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum berhasil ditutup di level psikologis 6.200 pada perdagangan Senin (21/12/2020). Namun, IHSG mampu menutup 1,07% di 6.169,64, segera menembus level 6.200.

Data perdagangan mencatat nilai transaksi mencapai Rp 20,66 triliun dengan volume perdagangan 27,92 miliar saham dan frekuensi perdagangan 1,55 juta kali. IHSG sempat mencapai level tertingginya di 6.195 meski ditutup di level 6.169.

Asing melakukan net sell sebesar Rp. 142,28 milyar di pasar regular, sedangkan di nego dan pasar tunai terjadi beli bersih (net buy) sebesar Rp. 229,65 miliar.

Berikut 10 saham dengan aksi beli bersih tertinggi di pasar reguler, Senin (21/12/2020).

10 Pembelian Asing Neto (Senin, 21/12)

1. Beli bersih Bank Central Asia (BBCA) Rp 329,6 miliar, harga saham + 0,44% Rp 34.150

2. Beli bersih United Tractors (UNTR) Rp 44,5 miliar, saham + 6,20% Rp 28.275

3. M Cas Integration (MCAS) net buy Rp 38,9 miliar, saham + 13,77% Rp 3.800

4. Beli bersih Unilever Indonesia (UNVR) Rp 34,5 miliar, saham + 0,33% Rp 7.625

5. Indah Kiat Pulp & Paper (IKNP) beli bersih Rp 28,6 miliar, saham + 0,96% Rp 10.500

6. Beli bersih Barito Pacific (BRPT) Rp 15,5 miliar, saham + 1,60% Rp 1.270

7. Beli bersih Jasa Marga (JSMR) Rp 8,2 miliar, saham + 0,85% Rp 4.750

8. Ace Hardware (ACES) beli bersih Rp 8 miliar, saham -1,08% Rp 1.830

9. Matahari Department Store (LPPF) net buy Rp 7,3 miliar, saham -1,06% Rp1,405

10. Pembelian bersih Summarecon Agung (SMRA) Rp 7,3 miliar, saham + 0,56% Rp 900

Dari luar negeri, sentimen penguatan IHSG disebabkan kesepakatan Kongres AS terkait stimulus US $ 900 miliar termasuk Direct Cash Assistance (BLT) senilai US $ 600 per orang.

Sementara untuk pasar domestik, pelaku pasar sebenarnya menyambut positif wacana perombakan menteri Kabinet Maju yang rencananya akan dieksekusi pada Rabu pekan ini.

Seperti diketahui, rencana perombakan kabinet belakangan ini santer terdengar, ditambah dengan momentum dua menteri Jokowi yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yakni mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. dan Menteri Sosial, Juliari Batubara. Komunikasi politik Presiden dengan pengurus partai juga gencar dilakukan.

Edwin Sebayang, Ketua Umum Asosiasi Analis Sekuritas Indonesia (APEI), menilai pelaku pasar sudah mengetahui sinyal perombakan kabinet ini, beserta nama-nama yang beredar ke publik.

Namun, kata Edwin, nama-nama tersebut masih spekulatif dan Presiden Jokowi memiliki hak prerogatif untuk menentukan asisten mana yang layak diganti.

“Saya dengar wacana reshuffle masih spekulatif dan hanya ingin ‘cek ombak’ saja, pelaku pasar terlalu merespon kenaikan saham-saham tertentu dengan nama tertentu. Padahal masih likuid dan spekulatif,” ujarnya saat dihubungi. dihubungi CNBC Indonesia, Senin (21/12/2020).

Tim Riset CNBC Indonesia menilai, secara teknis, pergerakan IHSG menggunakan periode jam (per jam) dari indikator Boillinger Band (BB) melalui metode area batas atas (perlawanan) dan batas bawah (dukung).

Pada perdagangan Senin, IHSG berada di area batas atas, sehingga pergerakan IHSG selanjutnya berpotensi terapresiasi.

Untuk mengubah bias menjadi bullish atau menguat, level tersebut harus dilewati perlawanan yang berada di area 6.203.

Sedangkan untuk melanjutkan trend kasar atau penurunan harus lulus level dukung yang berada di area 6.155.

[Gambas:Video CNBC]

(tas tas)


Source