Hindari 6 kebiasaan ini untuk menghindari nyeri rahang

TEMPO.CO, Jakarta – Anda atau orang yang dekat dengan Anda mungkin pernah mengalami nyeri rahang yang membuat Anda sulit untuk makan dan minum. Gejala nyeri rahang cenderung bermacam-macam, mulai dari nyeri rahang yang disertai nyeri pada wajah, rahang terasa terkunci, rahang berdecak, rahang sulit bergerak, kesulitan mengunyah dan membuka mulut, sensasi terbakar di mulut dan gigi sensitif.

British Society for Occlusal Studies memberikan beberapa tips agar Anda terhindar dari nyeri rahang, di antaranya:

  1. Perhatikan makanannya

Saat rahang Anda terasa sensitif, jangan makan makanan yang keras dan kenyal. Jangan mengunyah permen karet, memotong buah atau sayuran menjadi potongan-potongan kecil sebelum Anda memakannya. Konsumsilah makanan yang empuk dan empuk agar tidak menimbulkan rasa sakit saat mengunyah. Konsumsilah juga suplemen yang mengandung kalsium dan magnesium.

  1. Kunyah Makanan di Kedua Sisi Mulut

Kunyah makanan menggunakan gigi belakang, bukan gigi depan. Lakukan kunyah bersamaan di kedua sisi mulut, atau bisa juga bergantian. Ini untuk mengurangi ketegangan pada otot mulut di satu sisi saja.

  1. Hindari kebiasaan menekan rahang

Sedapat mungkin hindari kebiasaan membebani otot rahang dan persendian rahang dengan menghindari: menggertakkan gigi, membuka mulut terlalu lebar, menggigit pipi bagian dalam, menggigit bibir, mendorong lidah ke gigi, menggigit benda (misalnya pena) dan membebani rahang Anda yang lain.

Baca: 8 Penyebab Sakit Rahang, Waspadai Indikasi Penyakit Serius Seperti Autoimun

  1. Atur posisi tidur

Usahakan untuk cukup tidur di malam hari, kurangi cahaya dan kebisingan saat Anda berbaring di tempat tidur. Atur posisi senyaman mungkin, hindari posisi menyamping, dan tengkurap saat tidur.

  1. Hindari Kafein

Pada malam hari, hindari minum minuman yang mengandung kafein (seperti kopi), mengkonsumsi kafein sesaat sebelum tidur hanya akan membuat Anda sulit tidur dan dapat meningkatkan ketegangan otot.

  1. Berhenti Memaksakan Rahang Anda Untuk Bekerja

Hindari aktivitas yang membuat rahang tegang, seperti membuka mulut terlalu lebar (misalnya saat menguap), bernyanyi terlalu lama atau terlalu banyak, memainkan alat musik tiup yang terlalu lama atau berlebihan dan sebagainya.

Saat rahang terasa nyeri, Anda bisa melakukan pertolongan pertama dengan mengompresnya. Kompres rahang luar menggunakan handuk panas atau dingin, bisa pilih salah satu. Kompres selama 10-20 menit empat kali sehari, mengompres rahang bisa membantu mengendurkan otot, sehingga nyeri sendi bisa berkurang. Kemudian minum obat antiradang dan pereda nyeri, seperti ibuprofen, acetaminophen, atau aspirin (tanpa kafein).

Namun, segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami gejala berikut:

  • Pengobatan rumahan tidak mengurangi nyeri rahang.
  • Nyeri rahang mengganggu rutinitas harian Anda.
  • Ada perubahan cara rahang bergerak.
  • Rahang mengeluarkan bunyi “klik” atau pop saat bergerak.
  • Nyeri rahang yang menyebar ke sekitar leher atau punggung atas.
  • Nyeri rahang disertai sakit mata, perubahan penglihatan atau sakit kepala.
  • Nyeri rahang disertai dengung di telinga.
  • Ada pembengkakan di sekitar rahang, yang bisa jadi merupakan tanda infeksi.

DELFI ANA HARAPAN

Source