Heboh, AS Beri Miliaran Dolar Jika RI Buka Hubungan dengan Israel

Jakarta, CNBC Indonesia – Indonesia dikabarkan akan mendapatkan miliaran dolar AS jika ingin bekerja untuk membuka hubungan dengan Israel. Bloomberg menulis, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjanjikan tambahan pembiayaan jika Indonesia melunak dan bersedia bergabung dengan sejumlah negara yang sebelumnya telah menormalisasi hubungan.

Media mengutip Adam Boehler, Kepala Eksekutif US-International Development Finance Corporation (DFC). Ia mengatakan bisa menggandakan portofolio saat ini US $ 1 miliar, jika Indonesia menjalin hubungan dengan Israel dalam wawancara di King David Hotel Jerusalem, Senin (21/12/2020).

“Kami sedang membicarakannya dengan mereka,” kata Boehler, dikutip Rabu (23/12/2020).

“Jika mereka siap, mereka siap dan jika mereka siap maka kami akan dengan senang hati mendukung lebih dari yang kami lakukan.”

CEO International Development Finance Corporation (IDFC), Adam S Boehler dan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/01/2020).  (Biro Pers Sekretariat Presiden / Muchlis Jr)Foto: CEO International Development Finance Corporation (IDFC), Adam S Boehler dan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/1/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden / Muchlis Jr)
CEO International Development Finance Corporation (IDFC), Adam S Boehler dan Duta Besar Amerika untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (10/01/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden / Muchlis Jr)

AS membuat janji yang sama ke Oman dan Arab Saudi. Namun, jumlah pendanaan mungkin terbatas karena DFC mungkin tidak berinvestasi secara langsung di negara kaya.

Bahkan, ada rumor bahwa RI sedang mempertimbangkan untuk membuka hubungan dengan Israel. Hal tersebut diungkapkan sumber diplomatik Israel seperti dikutip Times of Israel dari Channel 12 pekan lalu.

Menteri Intelijen Israel Eli Cohen juga menyebut Indonesia dalam wawancara terkait normalisasi hubungan diplomatik di Radio Angkatan Darat. Ini juga dilaporkan oleh media lokal The Jerusalem Post.

Namun, hal tersebut dibantah oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI. Saat diwawancarai pada 14 Desember, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Teuku Faizasyah mengatakan, pihak Indonesia tidak pernah melakukan kontak dengan negara.

“Ada dua hal yang bisa disampaikan di sini. Pertama, Kementerian Luar Negeri tidak pernah berurusan dengan Israel. Kedua, dalam menjalankan politik luar negeri, Kementerian Luar Negeri terhadap Palestina sejalan dengan amanat konstitusi,” Teuku ucapnya lewat pesan singkat.

Sebelumnya, pemerintahan Trump terus berupaya membawa lebih banyak negara Arab dan Muslim ke dalam Perjanjian Ibrahim. Sejauh ini Uni Emirat Arab, Bahrain, Sudan, dan Maroko telah menyetujui normalisasi dengan Israel.

Selama ini Israel dan Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik formal, tetapi bekerja sama di bidang perdagangan dan pariwisata. Indonesia juga membeli senjata dari Israel pada 1970-an dan 1980-an.

Tentara Indonesia juga sempat dilatih di Israel. Pada 1993, Perdana Menteri Yitzhak Rabin bahkan bertemu dengan presiden Indonesia saat itu Suharto di Jakarta.

(sef / sef)


Source