HEADLINE: Gempa Malang di Zona Benioff, Alarm Bencana Besar Berikutnya?

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan data hingga Minggu 11 April 2021 pukul 16.00 WIB tercatat ada 16 kabupaten yang terdampak gempa Malang.

Yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuran, Kabupaten Blitar, Kabupaten Trenggalek, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Kediri, “kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Raditya Jati dalam jumpa pers virtual di Jakarta, Minggu. , 11 April.

Selain itu, lanjutnya, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Jember, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Batu, Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Bondowoso.

Sedangkan korban meninggal 8 orang. Yakni di Lumajang 5 orang, Malang 3 orang. Sedangkan luka-luka 39 orang, ”ujarnya.

Sedangkan wilayah terdampak terparah dialami oleh Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Di tempat ini dilaporkan 1.285 rumah rusak.

“Yang terparah di Kecamatan Ampelgading, dari 33 kecamatan yang ada di Kabupaten Malang terparah. Di Kecamatan Ampelgading kerusakannya parah, terutama di Desa Wirotaman,” kata Bupati Malang M Sanusi di Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang. Jawa Timur, Minggu, 11 April 2021.

Untuk bantuan pembangunan, lanjut Sanusi, saat ini masih dalam proses penghitungan. Pemerintah pusat menyatakan siap memberikan bantuan untuk merehabilitasi rumah warga. Pemerintah Kabupaten Malang juga telah menerima laporan bantuan dari pengusaha dan Bank Jatim untuk perbaikan rumah bagi warga Kabupaten Malang.

“Bantuan pembangunan masih dihitung, khususnya dari pengusaha dan bank yang telah menyalurkan bantuan untuk menangani bangunan yang roboh,” kata Sanusi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, warga yang terkena gempa akan mendapat bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Untuk korban yang rumahnya rusak berat sebesar Rp. 50 juta telah dicairkan, bagi mereka yang menerima Rp. 24 juta, dan Rp. 10 juta untuk kerusakan ringan.

Selanjutnya sembari menunggu rumah selesai dibangun, selanjutnya ada bantuan perumahan sebesar Rp 500 ribu untuk menyewakan rumah bagi korban yang rumahnya rusak berat dan rusak berat, katanya.

Mantan Menteri Sosial itu meminta informasi bantuan dari BNPB bisa disampaikan langsung kepada warga terdampak gempa 6,1 skala richter di Kabupaten Lumajang.

“Kami mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada terhadap ancaman gempa, tapi jangan panik,” ucapnya.

Untuk penanganan dampak bencana gempa di beberapa wilayah di Jawa Timur, BNPB akan mengucurkan dana siap pakai sebesar Rp. 1 Milyar. Dana tersebut akan disalurkan ke masing-masing daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur.

“Kami akan menyalurkan dana siap pakai untuk membantu dapur lapangan sebesar Rp1 miliar. Nanti akan disalurkan ke Pemprov Jatim melalui BPBD,” kata Kepala BNPB Letjen Doni Monardo di Ampelgading, Kabupaten Malang. , Minggu, 11 April 2021.

Doni menambahkan, pihaknya tidak hanya menyiapkan bantuan dana Rp 1 miliar, tapi juga melakukan langkah lain terkait rumah warga yang rusak sedang dan ringan. Pembangunan dapat dilakukan secara mandiri, dengan pendanaan diserahkan ke BNPB.

Bantuan pembangunan rumah, jelasnya, bisa diperoleh melalui pemerintah daerah yang mengajukan dana ke BNPB dengan mencantumkan nama dan alamat warga, termasuk Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Bisa dibangun mandiri. Sebelum diusulkan, pemerintah daerah harus mencantumkan daftar nama yang ada di desa atau kelurahan,” kata Doni.

Ia menegaskan, besaran nominal bantuan untuk merenovasi rumah yang terkena gempa Malang berbeda-beda, tergantung tingkat kerusakannya. Untuk rumah yang rusak berat, pemerintah pusat menyiapkan dana stimulan sebesar Rp. 50 juta, Rp. 25 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp. 10 juta untuk kerusakan ringan.

Doni menambahkan, untuk rumah yang rusak berat, juga akan mendapat bantuan dari unsur TNI / Polri, serta Kementerian PUPR untuk melaksanakan pembangunannya. Ia berharap, perbaikan rumah yang rusak sedang dan ringan akibat gempa Malang bisa dilakukan secepatnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pantai selatan Jawa termasuk salah satu daerah yang rawan gempa. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap tenang.

Program pelatihan terkait langkah antisipasi bencana yang telah dilakukan oleh pemerintah provinsi, kabupaten / kota dibantu oleh BMKG, BNPB dan Basarnas yang didukung oleh TNI dan Polri harus lebih sering dilakukan. “Bukan untuk membuat orang panik, tapi ini bagian dari kesiapsiagaan dan kewaspadaan kita,” kata Doni.

Doni berharap warga yang tinggal di daerah rawan bencana harus mendapatkan pelatihan dan pendidikan agar bisa mempersiapkan diri jika terjadi bencana. “Kewaspadaan, kesiapsiagaan masyarakat harus dibangun dari masyarakat itu sendiri. Kepemimpinan kepala desa, ketua RT, RW itu penting, agar bisa mengajak masyarakat untuk lebih siap menghadapi risiko yang terjadi,” kata Doni.

Source