Hati-hati Pilih Saham BUMN, Ini Rekomendasi Analis

Bisnis.com, JAKARTA – Investor disarankan berhati-hati dalam mengakumulasi saham perusahaan milik negara yang sejak awal tahun mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan.

Pasalnya, sentimen yang mendorong kenaikan harga saat ini lebih banyak bersumber dari isu dan ekspektasi ketimbang kinerja fundamental perusahaan.

Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada menjelaskan, penguatan harga saham BUMN belakangan ini didorong oleh sentimen vaksin untuk sektor farmasi dan peningkatan anggaran infrastruktur untuk BUMN Karya.

“Jika berinvestasi dengan memperhatikan kondisi riil dan fundamental, sebaiknya berhati-hati karena pergerakan harga saham tidak selalu mencerminkan fundamental. Sentimen tersebut menggerakkan harga lebih cepat dari kondisi sebenarnya, “kata Reza, Minggu (17/1/2021).

Reza menjelaskan, biasanya saham perbankan menjadi motor utama penggerak kinerja indeks BEI BUMN 20. Namun, belakangan ini saham-saham dengan momentum tertentu seperti pertambangan, infrastruktur, dan saham farmasi, lebih berkontribusi.

Sementara itu, Reza mengatakan kenaikan harga saham pertambangan bersumber dari sentimen produksi nikel sebagai bahan baku baterai dapat memenuhi permintaan produsen kendaraan listrik global.

Sementara itu, kenaikan harga saham BUMN farmasi bersumber dari apresiasi pelaku pasar distribusi vaksin.

Selain itu, Kementerian BUMN telah memberikan pernyataan yang memberikan citra positif bagi emiten tertentu, kata Reza.

Untuk itu, investor disarankan untuk terus mencermati hubungan antara sentimen saat ini dengan kinerja BUMN di masa mendatang.
Agar tidak terseret arus isu, Reza merekomendasikan agar saham BUMN menguat karena sentimen sesaat untuk diperdagangkan hanya untuk jangka pendek (perdagangan).

Sedangkan untuk investasi jangka panjang, Reza tetap mempromosikan saham-saham fundamental baik dari sektor perbankan seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk., Dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Dari sektor non keuangan, saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. disebut menarik karena valuasinya masih murah. Sementara dari sisi bisnis juga dinilai cukup menjanjikan karena emiten dengan kode saham TLKM tersebut menguasai hampir seluruh pangsa pasar data di Indonesia.

Konten Premium

Masuk / Daftar


Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga yang terkena virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, bantu donasi sekarang! Klik di sini untuk lebih jelasnya.

Source