Hasil Tes Cepat Antigen Hanya Berlaku 3 Hari Halaman Semua

JAKARTA, KOMPAS.com – Regulasi terbaru yang dikeluarkan oleh Covid-19 Task Force on Travel Health Protocol for People Selama Liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 menyatakan, hasilnya tes antigen cepat hanya berlaku selama tiga hari.

Sedangkan hasil tes usap atau usap mengepel dengan metode PCR dikurangi menjadi tujuh hari dari 14 hari sebelumnya. Pengetatan regulasi itu dilakukan sebagai langkah mengantisipasi penyebaran Covid-19 di masyarakat.

“Untuk perjalanan ke dan dari Pulau Jawa serta dalam Pulau Jawa (antar provinsi / kabupaten / kota), pemudik yang menggunakan angkutan udara dan kereta antarkota diwajibkan untuk menunjukkan hasil negatif menggunakan antigen rapid test paling lambat 3 x 24 jam sebelumnya. keberangkatan sebagai syarat perjalanan, ” kata aturannya.

Anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diharuskan untuk mengikuti tes mengepel maupun tes antigen cepat sebagai syarat perjalanan.

Baca juga: Keluar dan Masuk Jakarta Pakai Kendaraan Pribadi, Harus Termasuk Tes Antigen Cepat?

Lebih lanjut, peraturan tersebut menyatakan bahwa pelancong yang negatif Covid-19 tetapi menunjukkan gejala dilarang melanjutkan perjalanannya. Mereka diharuskan untuk melakukan tes diagnostik PCR dan isolasi diri sambil menunggu hasil pemeriksaan.

Di antara gejala Covid-19 adalah mengalami demam, batuk, sakit tenggorokan, nyeri dada, dan sesak napas.

Kondisi membawa hasil tes antigen cepat berlaku mulai 19 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021, berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Satgas Covid-19.

Sementara itu, Surat Edaran Kementerian Perhubungan yang mengatur hal serupa baru memberlakukan tes antigen wajib bagi pemudik mulai 22 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta Darmawali Handoko mengatakan akan mengikuti regulasi dari Kementerian Perhubungan.

Baca juga: Aturan Tumpang Tindih dan Masalah Lain Terkait Kebijakan Tes Cepat Antigen

Dengan kata lain, calon penumpang pesawat baru diwajibkan membawa hasil uji antigen negatif pada Selasa, 22 Desember 2020. Sebelumnya, penumpang diperbolehkan menunjukkan hasil negatif. tes cepat antibodi.

Tes antigen dianggap lebih akurat daripada tes antibodi karena mengambil sampel lendir dari hidung dan / atau tenggorokan. Sedangkan pada tes antibodi yang diperiksa adalah antibodi yang ada di dalam darah.

Antibodi akan terbentuk saat terkena benda asing, dalam hal ini virus corona. Namun, antibodi membutuhkan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk berkembang di dalam tubuh.

Sedangkan uji antigen yang mengambil sampel lendir di saluran pernapasan bertujuan untuk mendeteksi protein dari virus corona. Cara ini diyakini lebih akurat dari sekedar memeriksa antibodi di dalam tubuh.

Karena mereka menawarkan tingkat akurasi yang berbeda, harga untuk setiap pengujian di atas juga berbeda.

Tes cepat antibodi dipatok dengan harga Rp150.000, sedangkan harga Tes cepat antigen mulai dari Rp. 200.000 sampai Rp. 275.000, sebagaimana ditentukan oleh pemerintah.

Source