Hasil Penelitian: 1 dari 3 Penyintas COVID-19 Mengalami Gangguan Mental dan Saraf

Vaksinasi COVID-19. Ilustrasi foto: Ricardo / JPNN.com

jpnn.com, LONDON – Hasil penelitian menunjukkan satu dari tiga penyintas COVID-19 didiagnosis mengalami gangguan otak atau kejiwaan dalam waktu enam bulan.

Penelitian tersebut melibatkan lebih dari 230.000 penyintas COVID-19, mayoritas pasien di Amerika Serikat.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pandemi COVID-19 menyebabkan gelombang gangguan jiwa dan saraf, kata para ilmuwan, Selasa (6/4).

Peneliti yang melakukan analisis mengatakan tidak jelas bagaimana virus itu dikaitkan dengan kondisi kejiwaan seperti kecemasan dan depresi.

Namun, itu adalah diagnosis paling umum di antara 14 kelainan yang mereka identifikasi.

Stroke, demensia, dan gangguan neurologis lainnya jarang terjadi, kata para peneliti, tetapi masih signifikan, terutama bagi mereka yang mengidap COVID-19 parah.

“Hasil kami menunjukkan bahwa penyakit otak dan gangguan kejiwaan lebih umum terjadi setelah COVID-19 dibandingkan setelah flu atau infeksi saluran pernapasan lainnya,” kata Max Taquet, psikiater di Universitas Oxford Inggris, yang juga memimpin penelitian.

Penelitian tidak dapat menentukan mekanisme biologis atau psikologis yang terlibat, katanya.

Source