Hari ini, 39 tahun yang lalu, pesawat ulang-alik NASA meluncurkan Columbia ke orbit Bumi.

KOMPAS.com – Hari ini, tepatnya 39 tahun yang lalu, pesawat ulang-alik NASA Columbia berangkat untuk misi ketiga atau yang disebut misi STS-3 dari Launch Complex 39A di Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat.

Pada tanggal 22 Maret 1982, di pesawat luar angkasa milik Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) yang mengorbit Bumi, Komandan Jack Lusma dan pilotnya, c. Dipasang oleh Gordon Fullerton.

Tujuan utama dari misi luar angkasa adalah untuk terus bereksperimen Sistem penanganan jarak jauh (RMS) atau kondom dan lakukan heat test pada bagian ekor, hidung dan tubuh bagian atas yang menghadap matahari pada waktu yang berbeda.

Dilaporkan Orang-orang Di Pesawat Luar Angkasa, Mulai Minggu (22/3/2015) misi STS-3 artinya pesawat sudah menggunakan tank berwarna oranye. Dimana dua trip sebelumnya menggunakan tangki outdoor berwarna putih.

Ini karena menghilangkan cat bajak dipercaya bisa menghemat 600 pound atau 272 kg berat.

Baca juga: Melengkapi Inti Roket SLS untuk Pesawat Luar Angkasa Boeing milik NASA

Saat terbang di orbit Bumi, awak pesawat ulang-alik Columbia di Columbia ditugaskan untuk menguji RMS.

Alat ini digunakan untuk keperluan spacelab, yaitu memiliki test plate sebagai pengganti suatu beban dan RMS ini berguna untuk memindahkan dan memanipulasi berbagai test pada tray.

Selain itu, tim melakukan pengujian termal ekstensif di Kolombia, mengekspos berbagai bagian pesawat ke matahari.

Selama pengujian, ditemukan bahwa pintu kabin sedikit bengkok dan tidak menutup dengan benar saat terkena angin panas.

Baca juga: Liburan Panjang ke Kota? Ini untuk menghindari demam di dalam pesawat

Dengan demikian temperatur kapal juga harus dihilangkan agar pintu kargo dapat kembali ke bentuk semula.

Ruang pemuatan juga membawa tabung reaksi untuk program tersebut Muatan kecil yang dapat menyesuaikan sendiri Ini disebut Getaway Special (GAS).

Untuk pertama kalinya, beberapa tes dilakukan pada loker berteknologi menengah pesawat. Ujian adalah ujian Uji verifikasi instrumen elektroforesis Untuk mempelajari pemisahan komponen biologis.

Selain itu, misi SDS-3 ketiga telah dilakukan sejak peluncuran pesawat ruang angkasa Columbia oleh NASA. Tungku lateks pencar tunggal Ini digunakan untuk menghasilkan skala mikrometer dan melakukan partikel lateks Program Keterlibatan Mahasiswa Pesawat Luar Angkasa (SSIP).

Baca juga: Pesawat Luar Angkasa NASA Menemukan Molekul Air di Permukaan Bulan

AFP / GREGG NEWTON Roket SpaceX Falcon 9 yang membawa kapsul SpaceX Crew Dragon bersama astronot Bob Behanken dan Doug Hurley akan lepas landas dari Kennedy Space Center di Florida, AS pada Jumat (30/5/2020) atau Sabtu (31/5/2020) waktu Indonesia. . . NASA hari ini meluncurkan dua astronotnya ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS), astronot pertama yang diluncurkan ke orbit dan pesawat ruang angkasa berawak pertama NASA dari Amerika Serikat dalam 9 tahun.

Selama penerbangan, awak pesawat luar angkasa Terlepas dari semua pekerjaan yang telah dilakukan, Kolombia mengalami beberapa masalah kecil.

Saat itu, toilet tidak berfungsi pada hari pertama, dan mereka menikmati ‘percikan warna delapan hari’.

Masalahnya tetap ada ketika tiga hubungan komunikasi terputus dan dua astronot didiagnosis menderita asma.

Bahkan tak hanya itu, para astronot pun harus mendarat di pasir putih New Mexico di Amerika Serikat.

Hasilnya adalah NASA harus memindahkan roda pendaratan di kereta dari Edwards ke White Sands selama perjalanan sebelum dan sesudah pendaratan.

Baca juga: Semoga Bangsa Arab Siap Mengukir Sejarah dan Pesawat Luar Angkasa Lebih Dekat ke Mars

Namun, angin kencang menyebabkan pesawat mendarat pada hari ketujuh dari jadwal misi dan berhasil mendarat pada 30 Maret 1982. Meski belum berakhir, NASA tetap ingin menguji program pendaratan otomatis.

Mereka ingin berada 500 kaki atau 152 meter, dan kemudian Komandan Lusma akan mendarat. Namun, pendaratan otomatis ini gagal.

“Semuanya baik-baik saja pada awalnya sampai beberapa detik yang lalu.” Mendarat, Kami tiba-tiba melihat kendaraan tersebut Nada Kemudian buat suara pendaratan yang keras, “kata Charles Bolton, salah satu astronot di regu pendaratan otomatis.

Di pesawat ulang-alik Columbia, SDS-3 adalah satu-satunya misi NASA untuk mendarat di pelabuhan luar angkasa White Sands hari ini 39 tahun yang lalu, dan itu adalah pesawat ruang angkasa terakhir Komandan La Lousma.

Baca juga: Pesawat Luar Angkasa ESA terbang di atas gunung es Mars, tempat asalnya

Source