Hakim Diduga Takut HRS

Selama ini audiensi HRS selalu dilakukan secara tidak langsung.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago mengkritik majelis hakim karena tidak menghadirkan Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Ia menduga hakim takut dengan kemampuan HRS berbicara.

Pangi kaget dengan keputusan hakim yang selalu memilih pengadilan virtual saat harus berurusan dengan HRS. Ia menilai hal ini terkait dengan keunggulan HRS untuk public speaking.

“Apa hmm takut? Hingga kehadiran langsung HRS tidak diperbolehkan. Mungkinkah majelis hakim takut dengan kemampuan retoris HRS. Mungkin majelis hakim takut tahapan pengadilan diambil oleh HRS, ”kata Pangi Republika.co.id, Selasa (23/3).

Pangi juga melihat keputusan majelis hakim memilih persidangan virtual karena menyadari kemampuan HRS dalam meyakinkan massa. Menurutnya, majelis hakim berusaha agar pengadilan tidak menjadi panggung HRS.

“HRS punya alasan (sidang tatap muka), dan hakim juga kuat alasannya (uji coba virtual). Apakah hakim takut pernyataan HRS akan berdampak pada masyarakat? Dan, HRS bisa mengguncang persidangan atau image HRS semakin kuat, “ujar dosen UIN Syarif Hidayatullah ini.

Menurut Pangi, hakim tidak perlu takut HRS menggelar sidang tatap muka hari ini. Pasalnya, pihaknya memprediksi kuat kecurigaan bahwa HRS terbukti bersalah.

Baca juga: Ahli: Uji coba HRS Diskriminatif

“Baik Nanti nanti diputuskan HRS pasti salah, apalagi dikhawatirkan, ”kata Pangi.

Pengadilan Negeri Jakarta Timur telah menjadwalkan sidang lanjutan Rizieq Shihab dengan agenda mengajukan eksepsi atau keberatan atas dakwaan jaksa (JPU) pada Selasa (23/3). Secara virtual persidangan akan kembali digelar.

Sebelumnya, persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan pada Jumat (19/3) diwarnai dengan penolakan dan aksi keluar oleh tergugat dan juga oleh tim kuasa hukum yang meminta agar persidangan dilakukan secara langsung. Rizieq Shihab sendiri didakwa dengan tiga kasus, yakni kasus nomor 221 / Pid.B / 2021 / PN.Jkt.Tim terkait kasus keramaian di Petamburan. Selanjutnya, kasus nomor 225 / Pid.B / 2021 / PN.Jkt.Tim terkait tes usap di RS Ummi dan nomor kasus 226 / Pid.B / 2021 / PN.Jkt.Tim terkait kasus keramaian di Megamendung. .

BACA JUGA: Dewa Penggemar Mendapat Pelajaran Berharga dari GM Irene Sukandar

Source