Guyana Membatalkan Kantor Perdagangan Taiwan, Taipei Segera Mengutuk China Page semua

TAIPEI, KOMPAS.com – Taiwan mengatakan China telah menekan Guyana untuk melarang Taipei mendirikan kantor perdagangan di negara itu.

Taiwan mengatakan tekanan dari China menunjukkan sifat jahat dari pemerintah China AFP, Jumat (5/2/2021).

Sebelumnya, Taiwan mengumumkan akan membuka kantor perdagangan di Guyana pada Kamis (4/2/2021).

Namun, beberapa jam setelah pengumuman itu dibuat, Kementerian Luar Negeri Guyana menyatakan akan membatalkan pendirian kantor perdagangan Taiwan di negaranya.

Baca juga: Dikecam China, Guyana Segera Batalkan Kantor Perdagangan Taiwan

Kementerian Luar Negeri Guyana menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk hubungan diplomatik dengan China.

“Kami menyatakan ketidakpuasan dan kecaman kami bahwa pemerintah China telah kembali membully dan menekan Taiwan di ruang internasional,” kata Kementerian Luar Negeri Taiwan dalam sebuah pernyataan.

“Pemerintah China mengatakan satu hal tetapi melakukan hal lain yang hanya akan menonjolkan sifat jahatnya dan semakin mengasingkan orang di kedua sisi,” tambah kementerian itu.

AFP Diberitakan, hanya ada 15 negara di dunia yang mengakui Taiwan sebagai negara demokratis dan memiliki pemerintahan sendiri.

Baca juga: Pertama di Era Biden, Kapal Perang AS Berlayar di Selat Taiwan

Di sisi lain, Beijing telah meningkatkan tekanannya terhadap Taipei sejak Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berkuasa pada 2016.

Sejak 2016, sebanyak tujuh negara telah mengalihkan pengakuan mereka dari Taiwan ke China, lapor AFP.

Pada hari Kamis, Taiwan mengatakan bahwa kantor perwakilannya di Guyana telah memulai operasi sementara pada bulan Januari. Amerika Serikat (AS) menanggapi ini sebagai tonggak bersejarah.

Namun, Guyana mengeluarkan pernyataan di hari yang sama, mengklarifikasi bahwa mereka tetap mematuhi kebijakan One China untuk menjaga hubungan diplomatik dengan Beijing.

Baca juga: Taiwan Hapus Denda Karantina Covid-19 Pria Ini, Setelah Tahu Dia Diculik

Juru bicara kantor kepresidenan Taiwan Xavier Chang menggambarkan keputusan Guyana sebagai sepihak.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China memperingatkan bahwa setiap upaya Taiwan untuk mendapatkan dukungan asing dan terlibat dalam kegiatan separatis pasti akan gagal.

Taipei telah mencoba untuk melawan kampanye Beijing untuk membuatnya tetap terisolasi dari badan internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Akibatnya, setiap langkah sukses untuk memperluas atau melindungi hubungan diplomatik akan dilihat sebagai kemenangan besar oleh Taipei dan sekutu tidak resmi terbesarnya, AS.

Baca juga: China: Kemerdekaan Taiwan Berarti Perang

Source