Guru Besar UGM ‘Modifikasi’ Nyamuk Aedes Aegepty untuk Kurangi Penyebaran DBD – Semua Halaman

Ilustrasi nyamuk ajudan aegypti dan demam berdarah

Kompas.com

Ilustrasi nyamuk ajudan aegypti dan demam berdarah

HAI-ONLINE.COM – Terobosan di bidang kesehatan untuk mengurangi penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) dilakukan oleh para ilmuwan asal Indonesia.

Adi Utarini, Guru Besar Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan terobosan biologis dalam pencegahan demam berdarah dengue dengan memasukkan bakteri Wolbachia ke dalam tubuh nyamuk Aedes Aegypti, seperti dilansir Kompas. com.

Bakteri tersebut mampu menghambat perkembangan virus demam berdarah dalam tubuh nyamuk sehingga virus tersebut terhambat untuk menginfeksi manusia.

Terobosan tersebut memungkinkan Adi dan rekan-rekan penelitinya memangkas 77 persen kasus DBD di beberapa kota besar di Indonesia dengan cara melepaskan nyamuk hasil modifikasi untuk menghentikan nyamuk menularkan virus.

Launching website UGM, penelitian yang dimulai pada tahun 2011 ini membuahkan hasil. Setidaknya wilayah yang menjadi lokasi penelitian penyebaran nyamuk colbachia di Daerah Istimewa Yogyakarta mampu menekan angka kasus DBD.

Baca juga: Tak Cuma Bikin Melek, Kopi Juga Bisa Jadi Deteksi Dini Gejala Covid-19.

Salah satu peneliti, Warsito Tantowijoyo, mengatakan nyamuk aedes aegypti yang dikenal sebagai vektor pembawa virus tidak akan bisa menularkan virus dengue ke manusia jika di dalam tubuhnya mengandung bakteri wobcahia.

Sebab, wolbachia akan menahan replikasi virus dengue di dalam tubuh nyamuk.

“Memang nampaknya tidak ada perubahan pada nyamuk, tapi virus dengue tidak bisa berkembang karena wolbachia menghalangi proses replikasi,” kata ahli entomologi yang juga Ketua Riset Program Nyamuk Dunia Yogyakarta ini, dikutip dari situs UGM. .

Tidak hanya menahan laju replikasi, keberadaan wolbachia dalam tubuh nyamuk pun akan menyebabkan jumlah virus dengue menjadi rendah. “Potensi penularan DBD sangat rendah,” ujarnya.

Berkat penelitian tersebut, Adi Utarini masuk dalam daftar 10 orang berpengaruh dalam pengembangan sains pada tahun 2020 yang dirilis oleh penerbit jurnal ilmiah internasional, Nature.

Artikel ini sempat tayang di Kompas.com dengan judul “Modifikasi” Nyamuk Demam Berdarah Dengue, Guru Besar UGM Jadi 10 Ilmuwan Berpengaruh Dunia “

Video Unggulan


KONTEN YANG DIPROMOSIKAN

Source