Grup Bakrie akan Membangun Proyek Pipa Gas Alam Cirebon-Semarang

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasca pengunduran diri PT Rekayasa Industri, BPH Migas memberikan kesempatan kepada pemenang lelang kedua dan kapan waktunya pembangunan pipa Gas Bumi Cirebon – Semarang ruas Cisem berjalan sesuai target. Apalagi, pembangunan pipa transmisi termasuk dalam Proyek Strategis Nasional.

Selanjutnya BPH Migas dapat melakukan opsi lelang ulang atau opsi penugasan yang dapat dilakukan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral. Salah satu pemenang lelang juara II, PT. Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah menyampaikan pernyataan ketertarikan secara tertulis atas proyek Cisem pada November lalu.

BNBR juga meminta agar diproses sesuai ketentuan yang berlaku dengan tetap memperhatikan kondisi terkini yang mendukung keekonomian dan kelayakan proyek pipa Cisem. Sebagai tindak lanjutnya, BPH Migas dan BNBR telah melakukan rapat koordinasi untuk membahas kepentingan perseroan untuk melanjutkan proyek tersebut.

Usai pertemuan, BNBR menyatakan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan pipa Cisem sesuai syarat dan spesifikasi yang ditetapkan. BNBR juga menyatakan bersedia memberikan Jaminan Pelaksanaan dalam waktu tujuh hari kerja setelah ditetapkan BPH Migas sebagai calon Pemenang Lelang. BNBR meminta Jaminan Pelaksanaan sebesar 0,2% dari nilai investasi mengacu pada dokumen penawaran pada lelang tahun 2006.

“Apapun pilihan yang dilakukan, yang terpenting harus sesuai dengan aturan / regulasi yang ada dan bukan sekedar wacana. Hal ini agar pemenang tender dari badan usaha yang semula menyatakan mampu, kemudian menyatakan mengundurkan diri. Seperti PT Rekayasa Industri yang sebelumnya menyatakan mampu melakukan pembangunan. Secara tertulis kemudian melakukan groundbreaking, namun 7 bulan kemudian dia menyatakan mundur, ”ujar Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dalam siaran resminya. , Sabtu (19/12/2020).

Opsi juga dipilih dengan mempertimbangkan kerangka waktu yang lebih cepat daripada opsi lainnya. Pelelangan ulang oleh BPH Migas dan penugasan kepada BUMN harus dilakukan berdasarkan evaluasi ulang aspek teknis dan ekonomi yang selanjutnya harus diserahkan kepada RIJTDGBN sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk persiapannya. Jika evaluasi ulang dengan desain ulang aspek teknis pipa, hal itu berkaitan erat dengan ketersediaan alokasi pasokan gas serta izin usaha sementara yang diperlukan untuk melaksanakan pembangunan.

Selain itu, pemenang lelang urutan kedua atau ketiga yang akan ditetapkan sebagai pemenang lelang dalam rangka pemberian Hak Istimewa tentunya harus memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pembangunan Proyek Pipa Transmisi Cirebon Semarang yang telah menjadi PSN dan diharapkan dapat mendukung peningkatan penggunaan gas bumi dalam negeri.

Hal ini memungkinkan adanya rencana penghentian ekspor gas ke Singapura dan rencana penurunan harga gas untuk industri menjadi US $ 6 per mmbtu. BPH Migas juga mendorong terciptanya demand di sepanjang wilayah yang dilalui jalur pipa transmisi Cirebon-Semarang, baik untuk kepentingan industri maupun untuk kebutuhan rumah tangga dan pelanggan kecil melalui pembangunan jaringan gas.

Ifan menambahkan, proyek pipa gas bumi juga sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya Presiden Jokowi mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batang yang dicadangkan pada 30 Juni 2020.

Untuk meningkatkan permintaan, juga dapat dibangun pabrik pupuk yang akan meningkatkan penyerapan gas sebesar 100 MMSCFD. Dengan begitu akan berdampak pada ketersediaan pupuk di Jawa Tengah untuk memenuhi kebutuhan perkebunan dan pertanian tanpa harus menunggu produk dari daerah lain.

[Gambas:Video CNBC]

(hoi / hoi)


Source