Game of Thrones Taiwan! China Mengamuk Kapal Perang AS Masuk

Jakarta, CNBC Indonesia – China mengungkapkan kemarahannya atas masuknya kapal perang AS ke perairan Selat Taiwan. Hal ini dikarenakan kawasan tersebut dipandang sebagai kawasan geopolitik yang sangat sensitif.

Dalam pernyataan Kamis malam, Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA) mengatakan AS mengganggu perdamaian dan stabilitas. Pasukan China juga mengikuti dan melacak kapal tersebut.

“Tindakan AS adalah pengulangan trik lama ‘manipulasi campuran’ dari situasi di Selat Taiwan, dengan sengaja menciptakan ketegangan dan mengganggu perdamaian dan stabilitas kawasan. Kami tegas menentang ini,” kata PLA.

“Tidak peduli bagaimana situasi di Selat Taiwan berubah, pasukan PLA akan dengan loyal menjalankan tugas dan misinya, dengan tegas menjaga kedaulatan nasional, keamanan dan integritas teritorial.”

Angkatan Laut AS sebelumnya mengatakan kapal perusak berpeluru kendali USS John S. McCain “melakukan transit reguler di Selat Taiwan pada 4 Februari sesuai dengan hukum internasional”. Kementerian Pertahanan Taiwan menggambarkannya sebagai misi “normal”.

Tahun lalu Angkatan Laut AS berlayar melalui Selat Taiwan yang sempit sebanyak 13 kali.

Meski kepemimpinan AS telah bergeser dari Donald Trump ke tangan Joe Biden, Washington tampaknya masih berkomitmen dengan dukungan kepada Taiwan. AS masih secara intensif membantu Taiwan dengan penjualan senjata dan beberapa bantuan militer lainnya.

Biden mengaku komitmen mereka ke pulau itu “solid”. China sebelumnya mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya sendiri dan bersikeras bahwa perjuangan untuk kemerdekaan pulau itu akan dianggap sebagai seruan perang untuk Beijing.

Sebelumnya, Taiwan melaporkan jet tempur dan pembom China telah terbang ke sudut barat daya zona identifikasi pertahanan udaranya. Itu juga bertepatan dengan kelompok pemogokan kapal induk AS memasuki Laut Cina Selatan yang disengketakan.

Militer AS mengatakan penerbangan militer China sesuai dengan pola perilaku tidak stabil dan agresif oleh Beijing. Tapi itu tidak menimbulkan ancaman serius bagi armada kapal induk.

[Gambas:Video CNBC]

(sef / sef)


Source