Fenomena Langka, Konjungsi Besar Jupiter Saturnus Malam Ini

Fenomena ini merupakan konjungsi terdekat sejak 1623.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Malam ini akan terjadi fenomena langka konjungsi antara Jupiter dan Saturnus. Dilansir dari laman LAPAN, konjungsi besar Jupiter Saturnus merupakan konjungsi planet Jupiter dan Saturnus saat kedua planet tersebut muncul paling dekat di langit.

Fenomena ini tergolong sangat langka karena terjadi setiap 19,6 tahun sekali. Konjungsi besar ini terakhir kali terjadi pada tanggal 30 Mei 2000 dan akan terjadi kembali pada tanggal 5 November 2040, 10 Aoril 2060 dan 15 Maret 2080.

Puncak fenomena ini terjadi pada 22 Desember pukul 01.18. Namun, karena kedua planet raksasa itu sama-sama berada di bawah ufuk, fenomena ini bisa disaksikan pada malam sebelumnya, yakni 21 Desember pukul 18.30.

Untuk mengamatinya, lihat ke barat daya saat matahari terbenam. Jupiter akan tampak lebih terang dari bintang manapun di langit. Meskipun Saturnus tampak sedikit lebih redup, ia memiliki cahaya keemasan yang dapat dikenali.

Planet-planet ini akan mempertahankan kecerahan, bukan kelap-kelip seperti bintang.

Jarak awal kedua planet sebenarnya sangat jauh, lebih dari empat kali jarak Bumi ke Matahari. Namun, secara kasat mata, kedua planet itu tampak seperti satu titik terang di langit.

Tahun ini kedekatan kedua planet tersebut sangat istimewa. Sebab, peristiwa ini menjadi pertemuan terdekat sejak 1623, 13 tahun setelah Galileo membuat teleskop pertama. Kedekatan ini membuat keduanya seperti planet kembar.

Source