Fenomena Bintang Natal Malam Ini, Catat Arah dan Waktu

TEMPO.CO, Jakarta – Peristiwa konjungsi besar, atau ada yang menyebutnya super konjungsi, dua planet gas raksasa, Yupiter dan Saturnus, akan terlihat di langit barat, setelah matahari terbenam malam ini, Senin 21 Desember 2020. Ini adalah fenomena astronomi yang hanya terjadi hampir setiap 20 tahun di mana kedua planet akan tampak mesra karena berdekatan sehingga terlihat seperti satu bintang yang bersinar terang.

Untuk malam ini bahkan lebih jarang lagi karena kedua planet tersebut ‘terkunci dalam pelukan’ sehingga muncul di hadapan mata telanjang sebagai satu objek yang bersinar terang di langit. Info Astronomy.org menyebut hubungan besar semacam ini hanya empat abad lagi – berbeda dengan Preston Dyches dari Jet Propulsion Laboratory NASA yang mengatakan itu akan terjadi 60 tahun atau 2080.

Karena akan tampil melajang di langit, beberapa media barat menyebutnya sebagai bintang natal karena terjadi sebelum hari raya umat Kristen. Fenomena Jupiter dan Saturnus yang terlihat dari Bumi ini bahkan diyakini sebagai bintang Betlehem dalam kitab suci, tetapi ini telah dibantah dalam diskusi astronomi sejak 1980-an.

Untuk bisa mengamatinya, cari saja benda paling terang di langit barat atau barat daya setelah matahari terbenam mulai sekitar pukul 18.30 WIB. Pengamatan menuju ufuk rendah cukup dengan mata telanjang. Jika Anda menggunakan teleskop, Anda akan melihat bahwa kedua planet itu sebenarnya berada pada jarak satu sama lain.

Undangan dari LAPAN RI untuk menyaksikan fenomena astronomi konjungsi planet Jupiter dan Saturnus yang terjadi pada 21 Desember 2020. Foto: Instagram

Perlu dicatat, bagaimanapun, bahwa konjungsi hanya berlaku untuk pengamatan dengan mata telanjang dari Bumi. Jarak antara keduanya di langit diukur hanya 6 arc second atau seperlima diameter Bulan Purnama, namun nyatanya di luar angkasa setara dengan 11,1 miliar kilometer.

Baca juga:
Fenomena Konjungsi Besar Ini Terjadi Lagi Setelah Hampir 800 Tahun

Berdasarkan ramalan cuaca Badan Metorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG, banyak daerah di Indonesia yang memungkinkan untuk mengamati fenomena astronomi ini. Di Ibu Kota misalnya, disebutkan wilayah Jakarta Selatan dan Timur cerah dan berawan. Selebihnya mendung dan tidak ada hujan.

CNET

Source