Fakta Terbaru Myanmar, 737 Dibunuh oleh Pemerintah Bayangan

Jakarta, CNN Indonesia –

Setelah dua bulan kudeta, situasinya terus berlanjut Myanmar masih tidak menunjukkan tanda-tanda mereda. Pemberontakan sipil melawan junta militer semakin gencar ke seluruh pelosok tanah air. Korban tewas terus menurun.

Menurut kelompok aktivis Myanmar, Asosiasi Bantuan Tahanan Politik (AAPP), sedikitnya 737 orang tewas akibat bentrokan antara aparat keamanan dan pengunjuk rasa sejak kudeta terjadi. Sebanyak 3.229 orang telah ditahan sejak kudeta.

Para pemimpin negara-negara ASEAN akan bertemu di Jakarta minggu depan untuk membahas situasi di Myanmar. Rencananya, pemimpin kudeta Myanmar, Jenderal Min Aung Hlaing, akan menghadiri KTT ASEAN.

Sementara di dalam negeri, para penentang junta mendeklarasikan pemerintahan bayangan untuk mengakhiri kekuasaan militer dan sebagai langkah untuk memulihkan demokrasi.

Sejak kudeta terjadi, militer Myanmar terus melakukan tindak kekerasan dan meningkatkan kekuatannya. Bahkan mereka menggunakan drone dibuat di China untuk mengawasi pengunjuk rasa.

Sebelumnya, pada Kamis (15/4) junta militer menembak seseorang yang berada di masjid. Peristiwa itu bertepatan dengan libur tahun baru umat Buddha dan bulan Ramadhan.

Meski banyak korban berjatuhan, semangat para pengunjuk rasa tak kunjung padam untuk melawan junta.

Belakangan, para aktivis dan warga sipil menggelar demonstrasi diam-diam. Aktivis berharap dapat menunjukkan bahwa demonstrasi tanpa kekerasan juga dapat berdampak, terutama karena perputaran ekonomi yang minim.

Tak hanya itu, aksi diam juga dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap para pengunjuk rasa yang tewas di tangan aparat keamanan Myanmar.

“Mari kita bikin jalanan sepi. Kita harus mengintensifkan Aksi Diam untuk menunjukkan kesedihan kita bagi para syuhada yang mengorbankan nyawa mereka,” kata pemimpin aksi Ei Thinzar Maung, melalui Facebook, Jumat (16/4).

Menurut Thinzar Maung, suara yang paling pelan sebenarnya adalah suara yang paling keras.

Junta militer Myanmar membebaskan lebih dari 23 ribu narapidana dan sembilan aktivis bertepatan dengan momen liburan Tahun Baru Buddha, Sabtu (17/4),

Namun, tidak jelas apakah pengunjuk rasa yang ditahan termasuk di antara puluhan ribu narapidana yang diberi amnesti.

Pemerintah Myanmar sering memberikan remisi tahanan dan amnesti tahunan kepada ribuan tahanan dalam menyambut Tahun Baru Buddha.

(isa / dea)

[Gambas:Video CNN]

Source