Fakta menyedihkan di balik kesuksesan Sony menjual 4,5 juta PS5

KOMPAS.com – PlayStation 5 (PS5), laris manis di pasaran. Dalam laporan keuangan terbaru untuk kuartal yang berakhir pada 31 Desember, Sony selaku pembuat juga menyatakan bahwa konsol game tersebut telah terjual 4,5 juta unit hingga akhir tahun 2020.

Meskipun PS5 baru dirilis secara resmi pada November tahun lalu, PS5 sudah dirilis habis terjual jauh sebelumnya sejak pesan terlebih dahulu mulai buka pada pertengahan September. Selain 4,5 juta unit PS5, di kuartal yang sama konsol generasi sebelumnya, PS4, berhasil menjual 1,4 juta unit.

Meski banyak peminatnya di pasaran, nyatanya Sony mengaku telah merugi karena menjual PS5 karena konsol game ini dijual merugi.

Baca juga: Stock Ludes, Reseller Jual PS5 di Indonesia Hingga Rp 30 Juta

“Kerugiannya datang dari harga strategis perangkat keras PS5 yang diposisikan lebih rendah dari biaya produksi, “kata Sony dalam laporan keuangannya.

Tidak disebutkan seberapa besar perbedaan harga jual PS5 dengan biaya pembuatannya. Ada dua versi PS5 yang beredar di pasaran (Indonesia) yaitu versi reguler seharga Rp8,8 juta dan versi Digital Edition yang tidak ada. mendorong Blu-ray seharga Rp 7,3 juta.

Strategi “jual dan rugi” ini menurut Investopedia sebenarnya sudah lumrah di dunia konsol game dan sudah diterapkan sejak generasi sebelumnya.

Harga sengaja ditekan untuk memikat pembeli ke ekosistem konsol. Keuntungan diperoleh melalui penjualan game dan produk lain seperti aksesori dan layanan berlangganan.

Baca juga: Stok Prosesor AMD Menipis, Kabar Buruk untuk PS5 dan PC

Untuk PS5 – serta Xbox Series X dan X yang juga dijual merugi – biaya produksi yang lebih tinggi dari harga jualnya juga karena mahalnya harga komponen yang dibutuhkan untuk membuat konsol tersebut.

Selain itu, pabrik semikonduktor TSMC yang menangani manufaktur AMD CPU dan GPU untuk PS5 juga melayani pesanan dari pemain industri lain, seperti keripik Apple M1 untuk MacBook.

Selain mahal, stok komponen semakin langka. Hal ini, menurut Sony, menjadi biang keladi lambannya pasokan unit PS5 di pasaran.

“Sulit bagi kami untuk meningkatkan produksi PS5 di tengah kelangkaan semikonduktor dan komponen lainnya,” tulis Sony dalam laporannya.

Source