Enam orang tewas dalam banjir besar kota Manado, tanah longsor

Manado, Sulawesi Utara (ANTARA) – Korban tewas akibat banjir dan longsor besar di Manado yang melanda sembilan kecamatan dan 33 kelurahan pada Sabtu lalu mencapai enam, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Manado Donald Sambuaga.

“Kami sudah melaporkan dampak bencana ini kepada Gubernur Sulut. Enam orang tewas sementara satu lagi belum ditemukan,” kata Sambuaga kepada ANTARA di Jakarta, Minggu.

Tiga dari enam jenazah ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka yang tertimbun longsor di lingkungan Perkamil Lingkungan 5. Mereka diidentifikasi sebagai Fani Poluan (50), Arni Laurens (44), dan Celsi (8), katanya.

Banjir besar dan longsor berdampak pada warga yang berada di Kecamatan Singkil, Tuminting, Bunaken, Paal Dua, Tikala, Wenang, Sario, Malalayang, dan Wanea.

Tim gabungan penyelamat dari Badan Penanggulangan Bencana, Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional (Basarnas), polisi, TNI, Jaringan Radio Komunitas Indonesia (RAPI), dan masyarakat bekerja sama untuk mengevakuasi warga terdampak.

Berbagai wilayah di Indonesia rawan bencana alam. Selama dua minggu terakhir Januari 2021, beberapa bencana hidrologi terjadi di Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Di Pulau Jawa misalnya, longsor melanda Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat.

Hingga 12 Januari, 16 warga tewas sementara 24 lainnya masih hilang pasca longsor yang melanda Desa Cihanjuang pada 9 Januari 2021.

Sementara di Pulau Sumatera, banjir bandang dan longsor merusak tujuh rumah dan merusak jembatan di Desa Wih Ni Durin, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, menyusul gencarnya hujan deras di kawasan dataran tinggi Gayo.

Di Pulau Kalimantan, banjir besar dan longsor juga melanda beberapa wilayah Provinsi Kalimantan Selatan selama beberapa hari terakhir ini.

Alhasil, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Sabtu, banjir besar telah menyebabkan 112.709 orang mengungsi, dan menenggelamkan total 27.111 rumah di provinsi tersebut.

Banjir melanda kabupaten Banjar, Tapin, Tabalong, Balangan, dan Hulu Sungai Tengah, serta kota Tanah Laut dan Banjar Baru.

Menurut Bupati Tanah Laut Sukamta, banjir besar tersebut juga memicu terjadinya longsor yang merenggut nyawa lima warga.

Tanah longsor melanda Desa Guntung Besar dan Gunung Keramatan Desa Panggung Baru di Kecamatan Pelaihari, kata Sukamta.

Berita terkait: Lima orang tewas akibat longsor Kalimantan Selatan

Berita terkait: Banjir, longsor merusak tujuh rumah, jembatan di Bener Meriah Aceh

Source