Eksportir Korea Selatan mengharapkan akses yang lebih luas ke Indonesia dengan pakta perdagangan baru

Menteri Perindustrian Korea Selatan Sung Yun-mo menandatangani perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA) dengan mitranya dari Indonesia Agus Suparmanto untuk membuka jalan bagi eksportir lokal untuk masuk lebih dalam ke pasar Asia Tenggara.

CEPA Seoul-Jakarta, yang menandai pakta perdagangan individu ketiga negara itu dengan negara Asia Tenggara, sekarang membutuhkan persetujuan parlemen.

Negosiasi antara kedua negara dilanjutkan pada 2019 setelah lima tahun absen.

Hal ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih luas kepada eksportir Korea Selatan ke Indonesia, yang memiliki populasi terbesar di antara negara-negara Asia Tenggara.

CEPA setara dengan perjanjian perdagangan bebas tetapi berfokus pada lingkup kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Korea Selatan sedang menunggu peluncuran resmi Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), yang akan meningkatkan dialog dengan ASEAN, Cina, Jepang, Australia, dan Selandia Baru.

Korea Selatan mengharapkan CEPA untuk melengkapi sistem multilateral, seperti RCEP, dan memajukan jaringan perdagangan lebih lanjut di Asia Tenggara. Negara tersebut telah mengincar kesepakatan terpisah dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya selain FTA yang ada dengan ASEAN, untuk meningkatkan hubungan strategis dan ekonomi dengan mitra Asia, dan mengurangi ketergantungannya yang besar pada AS dan China.

Korea Selatan menerapkan FTA dengan Singapura pada 2006 dan Vietnam pada 2015 dan sedang bernegosiasi dengan Malaysia, Filipina, dan Kamboja.

Source