Efek bola salju dari konflik Ronaldo – Pirlo, salah satunya bisa jadi korban!

INDOSPORT.COM – Konflik antara Cristiano Ronaldo dan pelatih Juventus, Andrea Pirlo, terus bergulir seperti bola salju, jika dibiarkan salah satu dari keduanya bisa menjadi korban.

Konflik antara Ronaldo dan pelatih Juventus, Andrea Pirlo, mulai memasuki babak baru. Baru-baru ini Ronaldo tak sungkan mengungkapkan ketidaksukaannya atas keputusan Andrea Pirlo di laga tersebut.

Juventus belum lama ini berhasil memenangi leg pertama semifinal Coppa Italia melawan Inter Milan (2-1). Cristiano Ronaldo menyumbangkan dua gol dalam kemenangan Nyonya Tua.

Namun, ketegangan tegang yang seharusnya ditunjukkan dalam persaingan kedua tim justru semakin terlihat di dalam diri klub Bianconeri tersebut. Dalam laga tersebut, superstar Juventus Ronaldo terang-terangan menunjukkan kekesalannya kepada pelatih Andrea Pirlo.

Mantan bintang Real Madrid itu mencetak gol di babak pertama dan tampaknya menargetkan hattrick. Namun, Pirlo menarik penyerang legendaris itu 15 menit dari waktu berakhir dan menggantinya dengan Alvaro Morata.

Keputusan ini rupanya membuat CR7 sakit hati dan mengamuk. Dia tampak murung dan bertengkar dengan Andrea Pirlo. Konflik antara Ronaldo dan Pirlo pun terlihat semakin serius mengingat sebelumnya mereka juga terlibat perselisihan.

Efek Bola Salju

Perselisihan antara Ronaldo dan Andrea Pirlo sudah mulai muncul sejak akhir bulan lalu. Ini ditandai dengan komentar ofensif Andrea Pirlo sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa.

Sebelum mencetak gol di ajang Coppa Italia, performa Cristiano Ronaldo memang mulai lesu belakangan ini. Terakhir kali ia mencetak gol di Liga Italia Serie A 2020/21 adalah pada pekan ke-17, di mana Juventus menang 3-1 atas Sassuolo.

Setelah hari itu, Ronaldo selalu gagal mencetak gol di pekan ke-18, 19, dan 20. Tentunya, ini bisa menjadi sinyal kalau performanya mulai menurun seiring bertambahnya usia.

Melansir dari laman portal berita olahraga Sportskeeda, Andrea Pirlo mulai merasa tak bisa lagi mengandalkan Ronaldo. Apalagi banyak pemain di timnya yang bisa menyumbangkan gol.

“Gol dari Ronaldo tidak penting bagi kami. Dia bisa memberikan assist untuk gol kedua (melawan Sampdoria) dan kami baik-baik saja tanpa gol darinya. Kami tidak akan bergantung padanya,” kata Pirlo.

Perkataan Andrea Pirlo ada benarnya, karena ketika Ronaldo gagal mencetak gol, Juventus masih mampu memenangkan pertandingan melalui gol pemain lain.

Namun, layaknya seorang Cristiano Ronaldo, hal seperti itu diyakini telah menyinggung perasaannya. Karena Ronaldo adalah pemain juara yang ingin terus bermain dan menang dengan mencetak gol.

Menjadi elemen terpenting di klub adalah keinginan nomor satu untuk Ronaldo. Dia tidak ingin didukung atau dikasihani.

Karenanya, tak heran jika rasa frustasi sang pemain meledak pada laga Coppa Italia melawan Inter Milan saat Andrea Pirlo menariknya pada menit ke-77.

Sayangnya, respon Andrea Pirlo usai pertandingan terkesan berlebihan dan bisa menambah panasnya suasana. Pirlo bahkan menyebut kontrak Ronaldo.

“Wajar bila dalam pertandingan seperti ini Anda ingin terus bermain untuk membantu tim. Namun tidak ada klausul dalam kontraknya yang mengatakan dia tidak bisa diganti,” ujar Pirlo seperti dilansir Sportskeeda.

“Dia tahu dia pemain penting, tapi dia harus menjaga kebugarannya, dia harus selalu dalam kondisi yang baik.”

Andrea Pirlo mungkin tak ingin punya niat buruk terhadap Ronaldo. Namun, menangani peraih lima gelar Ballon d’Or memang membutuhkan sikap khusus.

Source