DPK Bank Mandiri naik 11,6 persen, penyumbang nasabah terbesar di atas Rp 5 miliar

TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Perbendaharaan & Bank Perbankan Internasional Independen Panji Irawan katakanlah pertumbuhan dana pihak ketiga atau DPK masih tinggi, jangkauan sebesar 11,6 persen. Pertumbuhan tersebut, kata dia, sejalan dengan sikap kehati-hatian pemilik dana dan pelaku usaha dalam mengembangkan usahanya.

“Kontributor terbesar ada pada kategori nasabah dengan nilai nominal lebih dari Rp 5 miliar,” kata Panji dalam jumpa pers virtual, Selasa, 22 Desember 2020.

Sisi positifnya, kata dia, kondisi likuiditas perbankan ke depan masih terjaga dengan baik didukung oleh kebijakan penurunan suku bunga dan Quantitative Easing Bank Indonesia.

Sementara bagi perbankan, kualitas aset juga menjadi perhatian. Sementara itu, kebijakan restrukturisasi kredit dan pelonggaran penilaian kualitas kredit oleh pemerintah dan OJK masih membantu menjaga rasio NPL di bawah 5 persen.

Pada Oktober, rasio NPL masih terjaga di 3,15 persen. Secara umum, kondisi perbankan Indonesia masih cukup kuat dengan rasio kecukupan modal tetap tinggi di 23,7 persen di bulan Oktober.

Dia menilai prospek dan kinerja perbankan diperkirakan relatif lebih baik pada 2021. Permintaan kredit diperkirakan akan melewati periode terendahnya tahun ini seiring dengan mulai bergeraknya sebagian aktivitas perekonomian masyarakat.

Selain itu, perpanjangan kebijakan restrukturisasi kredit hingga Maret 2022 akan dapat membantu dan mendukung proses pemulihan di sektor UMKM.

Baca: Bank Mandiri Memperkirakan Pertumbuhan Kredit -1 hingga 0 persen di 2021

HENDARTYO HANGGI

Source