Dorong Konsumsi, Pemerintah Akan Beri Rp. 500 Harbolnas Ongkos Kirim Subsidi Semua Halaman

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah akan memberikan subsidi ongkos kirim untuk program Hari Belanja Nasional (Harbolnas) pada periode Ramadhan dan Idul Fitri tahun 2021.

Program tersebut diharapkan dapat mendongkrak konsumsi masyarakat dan membantu laju pertumbuhan ekonomi tahun ini.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Harbolnas akan digelar pada H-10 dan H-5 Lebaran tahun ini.

“Pemerintah juga akan mendorong Harbolnas, dimana pada H-10 dan H-15 Harbolnas online ditujukan untuk produk nasional,” kata Airlangga saat memberikan pemaparan hasil rapat paripurna kabinet, seperti dikutip dari akun Youtube Sekretariat Kabinet. , Rabu (7/4 / 2021).

Baca juga: Subsidi Listrik Tidak Lagi Melalui www.pln.co.id dan WhatsApp, Begini Cara Mendapatkannya

Airlangga mengatakan, pemerintah akan memberikan subsidi ongkos kirim pada perayaan Harbolnas. Nilai subsidi yang akan dikucurkan mencapai Rp. 500 miliar.

“Pemerintah akan memberikan subsidi ongkos kirim sehingga pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 500 miliar,” ujarnya.

Secara keseluruhan, pemerintah memiliki lima program untuk menggenjot konsumsi selama periode Ramadhan dan Idul Fitri, selain mendorong pelaksanaan Harbolnas.

Program pertama terkait pembayaran tunjangan hari raya (THR) yang dilakukan oleh pelaku usaha kepada karyawannya.

Baca juga: BLT UMKM 2021 Incar 12,8 Juta Pelaku Usaha Mikro

Dari program ini, diperkirakan dana yang bisa masuk ke pasar mencapai Rp 215 triliun.
Program kedua adalah subsidi beras bansos selama bulan Ramadhan.

Bantuan sosial tersebut disalurkan dari Bulog yang dianggarkan menerima dana sebesar Rp. 2 triliun untuk membeli gabah dari petani.

Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat penyaluran perlindungan sosial kepada masyarakat dengan anggaran sebesar Rp. 14,12 triliun.

“Harapannya PDB (Produk Domestik Bruto) triwulan II bisa positif,” kata Airlangga.
Selain itu, di sektor hotel, restoran dan kafe juga diberikan dua jenis bantuan. Yang pertama berupa penjaminan kredit yang peraturannya telah diterbitkan oleh Menteri Keuangan yaitu PMK Nomor 32 Tahun 2021.

Dalam peraturan ini dijelaskan bahwa pelaku hotel, restoran, dan kafe diberikan Masa tenggang atau masa tenggang setelah pembayaran jatuh tempo tanpa perhitungan denda selama tiga tahun.

Klaster usaha yang mendapat bantuan berkisar antara Rp. 5 milyar sampai dengan Rp. 1 triliun dengan nilai pinjaman minimal Rp. 5 miliar.

Baca juga: Gojek Berikan Subsidi Ongkos Kirim untuk UMKM Kuliner Binaan Pemerintah Daerah DIY

Selain itu, khusus untuk kafe dan restoran, bisa menggunakan skema KUR (Kredit Usaha Rakyat), dimana KUR diusulkan diperpanjang 3 persen hingga 2021 dan tentunya pemerintah menyiapkan subsidi bunga Rp 8,15 triliun, ”ucapnya. Airlangga.

Source