Dokter yang menangani oposisi Putin, Navalny, meninggal mendadak

Jakarta, CNN Indonesia –

Dokter yang merawat oposisi Presiden Vladimir Putin, Alexei Navalny ditemukan tewas pada Kamis (4/2). Rumah sakit Omsk mengkonfirmasi kabar kematian mendadak dokter Sergey Maximishin.

“Dengan penyesalan, kami melaporkan bahwa wakil kepala ahli anestesi dan dokter resusitasi, asisten departemen dari Universitas Kedokteran Negeri Omsk, ilmu kedokteran Maksimishin Sergey Valentinovich tiba-tiba meninggal,” tulis rumah sakit dalam pernyataan resmi. CNN.

Penyebab kematian Mizimishin tidak diketahui. Otoritas kesehatan tidak menanggapi kematian Maximishin.

Menteri Kesehatan Daerah Omsk mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Maximishin bekerja di rumah sakit selama 28 tahun dan menyelamatkan ribuan nyawa manusia.

“Dia membawa orang kembali ke realitas penuh. Kami akan sangat merindukan Dr. Maximishin. Dia pergi terlalu dini dan karena itu rasa sakit karena kehilangan sangat pahit,” kata Alexander Murakhovsky dalam sebuah pernyataan.

Leonid Volkov, kepala staf Navalny, membenarkan bahwa Maximishin bertanggung jawab merawat tokoh oposisi dalam pemerintahan Putin saat dia diracuni.

“Sergey Maximishin adalah kepala departemen yang merawat Alexey Navalny dan bertanggung jawab atas perawatannya – khususnya koma yang diinduksi secara medis,” kata Volkov. CNN.

Volkov mencurigai kematian Maximishin tidak wajar. Namun dia meragukan ada penyelidikan lebih lanjut atas penyebab kematian mendadak Maximishin.

“Dia [Maximishin] tahu lebih dari siapa pun tentang kondisi Alexey, jadi saya tidak bisa mengabaikan kemungkinan sabotase dalam kematiannya. Tetapi sistem perawatan kesehatan Rusia sangat buruk dan tidak jarang dokter seusianya tiba-tiba meninggal. Saya ragu akan ada penyelidikan atas kematiannya, “katanya.

Navalny dirawat di unit keracunan akut di rumah sakit darurat Omsk pada 20 Agustus 2020, setelah mengeluh sakit dalam penerbangan dari Siberia ke Moskow. Pesawat yang membawa Navalny melakukan pendaratan darurat di Omsk.

Maimishin tidak memberikan keterangan pers saat Navalny dirawat di sana. Dia adalah salah satu dokter senior di rumah sakit.

Navalny telah menjadi aktivis paling kejam terhadap Putin. Dia juga menuduh Putin dan sejumlah anggota kabinetnya melakukan korupsi dan hidup mewah.

Akibat aktivitasnya itu, Navalny harus keluar masuk penjara. Diduga dia akan dibunuh dengan menggunakan racun saraf Novichok, yaitu senjata kimia yang dibuat di era Uni Soviet.

Pengadilan Moskow pada Selasa memerintahkan Navalny untuk dipenjara selama hampir tiga tahun. Tetapi hakim Natalya Repnikova memerintahkan penangguhan hukuman tiga setengah tahun yang diterima Navalny atas tuduhan penipuan pada tahun 2014 untuk diubah.

Pengacara Navalny, Olga Mikhailova mengatakan kliennya sekarang akan menjalani hukuman sekitar dua tahun delapan bulan penjara. Tim hukumnya berencana mengajukan banding.

Atas putusan tersebut, salah satu kelompok oposisi Rusia, Yayasan Anti Korupsi (FBK), menyerukan protes di pusat kota Moskow. Ribuan orang yang turun ke jalan memprotes keputusan hukum terhadap Navalny ditangkap oleh polisi Rusia.

(evn)

[Gambas:Video CNN]


Source