Dokter Temukan Gejala Langka Penderita COVID-19, Bola Mata Mencabut

VIVA – Penemuan dari studi terbaru oleh para dokter dan ilmuwan dari Universitas Hofstra di New York dapat menjadi peringatan. Jangan pernah meremehkan penyebaran COVID-19. Wajar jika Satgas COVID-19 terus mengkampanyekan disiplin protokol kesehatan. Selain kematian, ternyata ada juga gejala baru yang mengerikan.

Ya, dari penelitian yang dilakukan diketahui bahwa penyebaran wabah COVID-19 bisa berdampak sangat mengerikan, selain tentunya kematian. Infeksi virus ini juga bisa menyerang panca indera mata dan bahkan bola mata yang paling ekstrim pun terlepas. Namun yang membuatnya sedikit tenang, para dokter dan ilmuwan sangat jarang menemukan kasus penemuan.

Penemuan gejala atau dampak mengerikan ini berawal dari kasus tiga pasien COVID-19 di New York. Dari ketiga pasien tersebut, menunjukkan gejala yang mirip dimana pasien menderita keratitis atau peradangan pada kornea mata.

Ia menjelaskan, peradangan tersebut menyebabkan infeksi pada jaringan atau cairan di mata, yang dalam bahasa kedokteran disebut endophthalmitis. Dari temuan kasus-kasus langka tersebut, akhirnya dilakukan penelitian mendalam yang hasil atau kesimpulannya mengerikan.

Perlu juga diperhatikan, seperti dilansir BGR, Sabtu 19 Desember 2020, dari tiga penderita COVID-19 tersebut, satu orang telah meninggal dunia. Dan dua orang lainnya yang masih hidup sekarang sudah tidak terlihat. Bahkan salah satunya harus dilakukan tindakan dengan melepas bola mata.

Namun sekali lagi, dokter dan ilmuwan menegaskan kasus ini terbilang langka. Dalam catatan yang dikeluarkan Knowridge Science Report, temuan kasus ini sangat jarang ditemukan. Perbandingan diberikan dari 10.000 kasus keratitis atau radang mata, hanya 27 kasus yang mengalami endophthamitis.

Meski tergolong jarang, para ilmuwan dan dokter tetap mengingatkan pasien COVID-19 untuk selalu waspada, termasuk dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah.

Selain itu, wabah COVID-19 saat ini masih jauh dari mereda dengan catatan baru yang keluar. Wabah yang dimulai di kota Wuhan di China telah menginfeksi lebih dari 17,3 juta orang di Amerika Serikat dengan jumlah kematian lebih dari 312 ribu.

Source