Ditunjuk Sebagai Menparekraf, Kekayaan Sandi Tambah Rp. 267 Miliar!

Jakarta, CNBC Indonesia – Nama Sandiaga Salahuddin Uno atau akrab disapa Sandiaga Uno diangkat oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) menggantikan Wishnutama.

Perombakan Kabinet Indonesia Maju diumumkan langsung oleh RI-1 kemarin menjelang penutupan pasar keuangan. Dengan diangkatnya mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta sebagai menteri, pelaku pasar menyambut positif keputusan ini.

Awal perdagangan hari ini, harga saham emiten yang terafiliasi dengan Sandiaga Uno, yakni PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), melonjak hingga dua digit. Pukul 10.00 WIB, saham SRTG diperdagangkan di pasar dengan harga Rp 4.020 / unit atau terapresiasi 460 poin (+ 12,92%).

SRTG adalah perusahaan investasi yang dibuat oleh Sandiaga Uno dan Edwin Suryadjaya. Bang Sandi, begitu sapaannya, tercatat menguasai 583.565.429 saham SRTG atau setara dengan 21,51%.

SRTG adalah perusahaan investasi yang terdiversifikasi. SRTG memiliki sejumlah saham baik pada perusahaan publik maupun non publik yang bergerak di sektor sumber daya alam seperti pertanian, pertambangan, sektor konsumen hingga infrastruktur.

Sedangkan koleganya Edwin Suryadjaya menguasai 898.114.018 saham atau setara dengan 33,1%. Kemarin, harga saham SRTG ditutup menguat di level Rp 3.560 / unit. Dengan total 2,7 miliar saham beredar maka kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 9,61 triliun.

Jika dihitung dengan pendekatan nilai pasar, kekayaan Sandiaga Uno diperoleh dari kepemilikan lebih dari 21% saham SRTG sebesar Rp 2,07 triliun. Perhitungan ini mengacu pada harga penutupan perdagangan kemarin.

Namun, apresiasi harga saham SRTG hingga hampir 13% dalam perdagangan hari ini membuat kekayaan Papah Online (sebutan Sandiaga Uno) dengan perhitungan nilai pasar meningkat Rp 267,1 miliar. Sangat fantastis bukan?

Sandi memang salah satu yang masuk dalam jajaran Crazy Rich di Indonesia. Meski tidak masuk dalam daftar top 50 versi Forbes, namun total aset yang dimilikinya mencapai lebih dari Rp. 1 triliun, membuktikan bahwa dia memang pantas disebut sebagai salah satu sultan di negeri ini.

Kemajuan Sandi di dunia bisnis dan politik tidak diragukan lagi. Pria kelahiran Pekanbaru 51 tahun lalu sebelum menjadi pengusaha ini sempat bekerja di luar negeri setelah lulus.

Sandiaga Uno merupakan lulusan Universitas Negeri Wichita dan Universitas George Washington, Amerika Serikat. Setelah lulus, Sandiaga Uno bergabung dengan SeaPower Asia Investment Limited di Singapura.

Namun, nasibnya yang tidak menguntungkan adalah krisis keuangan di kawasan Asia pada saat itu memaksanya untuk kehilangan pekerjaan dan kembali ke negaranya. Kemudian pada tahun 1997, Sandiaga Uno dan rekannya Rosan Perkasa Roeslani mendirikan perusahaan penasihat keuangan bernama PT Recapital Advisors.

Setelah menghabiskan waktunya di dunia bisnis dan investasi, Sandi mulai melebarkan sayapnya ke kancah politik. Pria yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta dengan Anies Baswedan sebagai Gubernur DKI Jakarta tiga tahun lalu.

Duet Sandiaga Uno dan Anies Baswedan terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Namun, baru setahun menjabat sebagai orang nomor 2 di DKI Jakarta, Sandiaga Uno memilih hengkang dari posisinya untuk melaju ke kontes politik yang lebih tinggi, yakni Pilpres Indonesia 2019.

Meski harus kalah dari petahana, kini duet Prabowo-Sandi sama-sama masuk dalam jajaran eksekutif sebagai asisten menteri Jokowi. Tugas Sandiaga Uno sebagai Menparekraf baru sangat berat.

Di tengah pandemi seperti sekarang, pariwisata menjadi sektor yang paling terpengaruh. Kedatangan turis asing anjlok, penerimaan devisa juga turun drastis, hotel, restoran, dan bisnis transportasi berdarah. Untuk memulihkannya butuh waktu dan tentunya kerja keras.

[Gambas:Video CNBC]

(twg / twg)


Source