Dipaksa dicopot karena dituduh cerai, mahkota ratu kecantikan Sri Lanka dikembalikan

COLOMBO, KOMPAS.com – Pemenang mahkota kontes ratu kecantikan Sri Lanka 2020, Pushpika De Silva, yang dicopot paksa karena dituduh bercerai, akhirnya dikembalikan.

Mahkota Pushpika dilepaskan secara paksa oleh juara bertahan Nyonya Sri Lanka 2019, yang mencurigai dia bercerai dan tidak pantas mendapatkan gelar tersebut.

Insiden yang berlanjut di pentas adu mulut pada Minggu (4/4/2021) itu membuat Pushpika terluka di bagian kepala, dan akan mengajukan gugatan.

Baca juga: Mahkota Pemenang Ratu Kecantikan Sri Lanka Dicabut Paksa Karena Diduga Cerai

Pushpika akhirnya diangkat kembali sebagai Ny. Sri Lanka dalam upacara yang lebih kecil pada Selasa (6/4/2021).

“Saya memaafkan semua orang yang terlibat dalam insiden ini,” kata de Silva emosional kepada wartawan AFP pada Rabu (7/4/2021).

“Jika ada yang berpikir mereka bisa menghalangi jalanku dengan melakukan hal semacam ini, mereka tidak akan berhasil. Aku wanita yang tangguh.”

Pushpika melanjutkan, pihaknya akan menempuh jalur hukum untuk menggugat juara bertahan yang melepas mahkotanya secara paksa, Caroline Jurie.

Baca juga: Saat Kontes, Ratu Kecantikan Myanmar Memohon Kepada Dunia: Tolong Selamatkan Kami

Jurie dengan paksa melepas mahkota Pushpika di atas panggung di puncak acara. Dia mengatakan Pushpika sudah bercerai dan tidak memenuhi syarat untuk menang.

Untuk mendapatkan gelar Nyonya Sri Lanka, kontestan harus sudah menikah. Pushpika mengaku berpisah dari suaminya, tetapi secara resmi masih berstatus istri.

Panitia mengatakan mereka meminta ganti rugi kepada Jurie atas kerusakan panggung dan ruang ganti di belakang panggung yang cerminnya pecah.

“Kami juga sedang melakukan investigasi,” kata pemiliknya waralaba acara tersebut, Chandimal Jayasinghe.

Jurie yang menyandang gelar Mrs. World 2020 juga dituding panitia merusak reputasi ajang Mrs. Sri Lanka.

Upacara penghargaan Ibu Sri Lanka disiarkan langsung di media sosial.

Baca juga: Saat Ratu Kecantikan Myanmar Berani Menentang Junta Militer

Chandimal Jayasinghe melanjutkan, mereka sangat kecewa dan menyesali kelakuan Jurie.

Sementara itu di media sosial seruan pencabutan gelar Jurie Mrs World beredar luas.

Hingga berita ini diunggah, belum ada komentar dari Caroline Jurie.

“Dia harus dihapus dari gelarnya (Nyonya Dunia),” tulisnya warganet Facebook Anushka Lovell. “Itu akan mengajarinya tentang penghinaan.”

“Naluri saya bilang, Caroline Jurie tidak cocok untuk gelar Nyonya Dunia saat ini,” tulis Rohan Pathirana juga di Facebook.

Kemudian jurnalis Sri Lanka Munza Mushtaq menulis di Twitter bahwa itu memalukan.

“Jika Mrs. World memandang rendah wanita lain, maka kita tidak lagi membutuhkan pria untuk meremehkan wanita, karena wanita melakukannya dengan lebih baik,” gurau dia.

Baca juga: Dianggap Terlalu Cantik, Mantan Ratu Kecantikan ini Dipecat dari Pekerjaannya.

Source