Digugat Kepada Pihak Usai Vaksinasi, sidang Raffi Ahmad digelar pada 27 Januari

Suara.com – Presenter Raffi Ahmad dijadwalkan menjalani sidang perdana pada 27 Januari 2021 di PN Depok terkait gugatan pelanggaran protokol kesehatan.

Ini akibat ulah Raffi Ahmad yang memutuskan berpesta usai disuntik vaksin Covid-19 bersama beberapa selebriti lainnya.

“Penetapan hari sidang pertama Rabu, 27 Januari 2021,” kata Humas PN Depok Nanang Herjunanto kepada Suara.com saat dihubungi, Minggu (17/1/2021).

Baca juga:
Raffi Ahmad Digugat ke Pengadilan, Vokalis Kapten Band Nyabu

Nantinya, sidang akan dipimpin oleh Majelis Hakim, Ketua Majelis Eko Julianto, dan dua hakim anggota, yakni Divo Ardianto dan Nugraha Medica Prakasa. Meski demikian, kehadiran Raffi Ahmad bisa diwakilkan.

“Karena gugatan perdata, (kehadiran Raffi Ahmad) bisa diwakili surat kuasa,” lanjutnya singkat.

Diketahui, gugatan hukum oleh Raffi Ahmad sebelumnya telah diajukan oleh Advokat Umum David Tobing ke Pengadilan Negeri Depok dengan nomor perkara 13 / Pdt G / 2021 / PN Dpk.

Raffi Ahmad kedapatan mengembara usai divaksinasi (Instagram)
Raffi Ahmad kedapatan mengembara usai divaksinasi (Instagram)

Suami Nagita Slavina dituduh melanggar protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Ia sebelumnya kedapatan berpesta di rumah bos KFC Indonesia, Ricardo Gelael, usai divaksinasi dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Rabu (13/1/2021) lalu.

David Tobing pun menjelaskan alasannya menggugat Raffi Ahmad. Menurutnya, aksi Raffi Ahmad berpesta usai vaksin Covid-19 bisa berdampak negatif bagi masyarakat.

Baca juga:
Polisi Diperiksa, Laporan IB Terkonsentrasi Terhadap Raffi Ahmad Ditolak

“Apa yang dilakukan Raffi bisa berdampak signifikan karena followernya banyak, fansnya banyak, dia akan mengira vaksin habis tanpa protokol yang sewenang-wenang. Seharusnya tindakan Raffi berdampak positif, bukan negatif seperti ini,” katanya. kata David, Jumat (15/1/2021).

Raffi Ahmad digugat dengan dakwaan Tindakan Melawan Hukum (PMH), karena dinilai telah melanggar peraturan terkait protokol kesehatan seperti Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyakit Virus Corona 2019.

Selain itu, Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pencegahan Penyakit Virus Corona 2019, dan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan.

Dalam petitumnya, David Tobing meminta pengadilan untuk memutuskan Raffi Ahmad bersalah dan menjalankan hukuman tidak meninggalkan rumah selama 30 hari setelah menerima vaksinasi kedua.

Selain itu, Raffi Ahmad juga harus meminta maaf dan mengedepankan protokol kesehatan dan vaksinasi kepada masyarakat di 7 stasiun TV swasta nasional, 7 surat kabar nasional, serta di akun media sosial miliknya.

Source