Detik Si Kaya Gila Samin Tan Ditangkap KPK Saat Ngopi di Kafe

Jakarta

KPK menahan Samin Tan sebagai tersangka kasus dugaan suap mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. KPK menyebut Samin Tan yang pernah menjadi buronan itu ditangkap saat itu kopi di sebuah kafe di Jakarta.

“Kalau tidak salah, (Samin Tan) berada di kafe berarti dia sedang minum kopi atau dengan bawahannya. Dengan siapapun aja Nanti, ”kata Deputi Penindakan KPK Karyoto dalam jumpa pers di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (6/4/2021).

Samin Tan yang pernah menjadi orang terkaya di Indonesia ditangkap tim penyidik ​​KPK pada Senin (5/4). Dia menuturkan, Samin Tan berada di sebuah kafe di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

“Tim bergerak dan memantau keberadaan tersangka di sebuah kafe yang terletak di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dan langsung ditangkap,” kata Karyoto.

“Tersangka kemudian dibawa ke gedung KPK Merah Putih untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk kepentingan penyidikan,” lanjutnya.

Sebelumnya, Samin Tan ditangkap KPK setelah hampir setahun menjadi buronan. KPK menetapkan Samin Tan sebagai pemilik PT Borneo Lumbung Energi & Metal sebagai tersangka kasus dugaan suap karena diduga memberi Eni Saragih Rp. 5 miliar suap.

“KPK sudah menaikkan status penanganan kasus ini menjadi penyidikan dengan tersangka SMT (Samin Tan),” kata Wakil Ketua KPK saat itu, Laode M Syarif, di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat. (15/2/2019).

Samin diduga menyuap Eni untuk membantu anak usahanya, PT Asmin Kolaindo Tuhup (AKT), yang saat ini bermasalah. KPK menyebut masalah itu terkait Perjanjian Karya Eksploitasi Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

“Eni sebagai anggota DPR di Komisi Energi melaksanakan permintaan bantuan SMT dan berupaya mempengaruhi Kementerian ESDM, termasuk menggunakan forum RDP dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, di mana Eni menjadi anggota Komite Minerba di Komisi VII DPR, “ujarnya.

(haf / haf)

Source