Cukup! Hoax Membuat Penanganan Pandemi Covid-19 Semakin Rumit

Pandemi sebenarnya bisa diatasi dengan mengurangi mobilitas.

Mimpi – Keberadaan berita palsu atau berita palsu berdampak negatif pada semua lapisan masyarakat. Apalagi dalam penanganan pandemi Covid-19 yang saat ini tengah dilakukan oleh seluruh pemerintahan di dunia.

Peneliti Bioteknologi Bimo Ario Tejo mengatakan dari penelitian Covid-19 yang sedang dilakukannya, penanganan pandemi harus dilakukan secara sederhana dan mudah. Begitu juga dengan Covid-19 saat ini.

“Oleh buku pelajaran menangani wabah ini sederhana. Berbagai macam pandemi telah kita alami, setidaknya 10 pandemi pernah kita alami dalam sejarah manusia. Solusinya hanya satu, yaitu membatasi mobilitas, ”kata Bimo dalam diskusi virtual yang digelar BNPB.

Namun penanganan pandemi Covid-19 ternyata berbelit-belit. Penyebabnya memang banyak berita palsu yang mempengaruhi penanganan Covid-19.

“Dengan banyaknya disinformasi, dengan banyaknya hoax, penanganan pandemi yang semestinya mudah ini menjadi sulit,” kata Bimo.

1 dari 2 halaman

Covid-19 Mengubah Banyak Hal

Ia mencontohkan, wabah SARS dan MERS yang melanda beberapa negara bisa dihentikan dengan pendekatan kesehatan masyarakat. Saat itu, masyarakat belum termakan hoax.

Kondisi berbeda pernah terjadi pada kasus Covid-19. Menurut Bimo, akhirnya pendekatan kesehatan masyarakat kurang memadai karena terlalu banyaknya hoax yang beredar, terutama di media sosial.

“Jadi kita harus memberi perhatian khusus pada upaya menangkal disinformasi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bimo mengatakan Covid-19 telah mengubah banyak hal. Termasuk memicu banyak berita bohong yang dengan mudah berseliweran.

“Banyak yang harus dibenahi,” katanya.

Ingat selalu #Bunda, untuk selalu cuci tangan, pakai masker, dan jaga jarak untuk mencegah virus COVID19. Jika tidak, Anda akan kehilangan orang yang Anda cintai dalam waktu dekat.

Source