Ciri-Ciri Anemia pada Ibu Hamil

alodokter

Waspada.co.id – Wanita hamil rentan mengalami anemia. Kondisi ini bisa membahayakan ibu hamil.

Ahli gizi FKUI, Nurul Ratna Mutu Manikam mengatakan, anemia masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia. Penyakit ini tidak boleh dianggap remeh, apalagi jika dialami oleh ibu hamil.

Dalam Riskesdas 2013, prevalensi ibu hamil anemia tercatat sebesar 37,1 persen. Angka tersebut meningkat pada 2018 menjadi 48,9 persen.

“Setelah dilihat, jumlah ibu hamil anemia 6 persen masih muda. Ada kemungkinan ibu belum mempersiapkan diri untuk hamil, kurang pendidikan, kurang pengertian sehingga menurutnya yang penting makan cukup, tanpa memikirkan. besi, ”kata Nurul dalam webinar beberapa waktu lalu.

Dikatakan, jika ibu hamil mengalami anemia, terutama akibat kekurangan zat besi, dampaknya tidak hanya pada ibu, tetapi juga pada bayi yang dikandungnya. Berikut beberapa bahaya anemia pada ibu hamil.

1. Komplikasi perdarahan saat melahirkan
Ibu mengalami pendarahan lebih banyak saat melahirkan, diikuti dengan penurunan hemoglobin yang drastis.

2. Lelah dan lesu
Wanita hamil seringkali merasa lelah, apalagi saat kandungannya sudah tua. Namun, anemia bisa memperparah kelelahan.

3. Risiko kelahiran prematur
Ibu dengan anemia berisiko melahirkan secara prematur. Bayi yang lahir juga berisiko terlahir dengan berat badan rendah atau kurang dari 2,5 kilogram.

Upayakan untuk memenuhi kebutuhan zat besi dari konsumsi makanan yang mengandung zat besi tinggi. Zat besi dapat diperoleh dari sumber hewani seperti hati sapi, daging merah, kuning telur, ayam atau bebek, ikan dan makanan laut lainnya.

Anda juga dapat memenuhi kebutuhan zat besi dari sumber nabati seperti kacang-kacangan, sayuran hijau, dan biji-bijian. “Untuk meningkatkan penyerapan zat besi, baik konsumsi vitamin C maupun asam askorbat dari sari buah dan sayur,” tambah Nurul.

4. Otot jantung membesar
Pembesaran otot jantung, kata Nurul, sebenarnya merupakan efek dari mekanisme otomatis tubuh. Ketika kandungan zat besi rendah, sel darah merah menjadi tidak sempurna dan fungsi pengangkut oksigen menurun.

Padahal, sel tubuh membutuhkan suplai oksigen. Akibatnya saat kandungan zat besi kurang, jantung berusaha keras untuk memompa agar kebutuhan oksigen terpenuhi.

Selain itu, anemia juga bisa membuat ibu hamil mengalami keluhan pada jantung dan pembuluh darah seperti jantung berdebar kencang dan tekanan darah menurun. (wol / cnnindonesia / man / d2)

Source