China Ingin Mencoba Mencampur Vaksin Virus Corona

TEMPO.CO, Jakarta – Institut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di China mengumumkan bahwa Pemerintah secara resmi mempertimbangkan untuk mencampurkan vaksin virus corona. Ini salah satu cara untuk mendongkrak efisiensi vaksin virus corona.

“Vaksin yang tersedia saat ini tidak memiliki tingkat perlindungan yang tinggi. Imunisasi massal dengan berbagai teknik vaksin sedang dipertimbangkan, “kata Gao Fu, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di China, Sabtu 10 April 2021.

Sejumlah vaksin virus corona buatan Sinovac Biotech Ltd dipamerkan di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2020 di Beijing, China, 5 September 2020. Vaksin ini menjadi kandidat vaksin Covid-19 produksi Sinovac Perusahaan Bioteknologi dan Sinopharm. REUTERS / Tingshu Wang

Sejumlah data menunjukkan vaksin virus corona buatan China masih tertinggal dibandingkan vaksin merek Pfizer dan Moderna dalam hal efisiensi. Namun vaksin buatan China ini tidak memerlukan pengatur suhu yang ketat selama penyimpanan.

Menurut Gao, pihaknya tengah menempuh sejumlah langkah optimis antara lain mengubah jumlah dosis dan jeda waktu antara dosis suntikan pertama ke suntikan kedua, yang diharapkan bisa menjadi solusi masalah efisiensi.

Di dalam negeri, China telah mengembangkan empat vaksin virus korona yang disetujui untuk digunakan publik. Pada hari Sabtu, 10 April 2021, sumber di China mengatakan negara itu kemungkinan akan memproduksi lagi tiga miliar dosis vaksin virus corona pada akhir tahun ini.

Salah satu vaksin virus corona asal China, Sinovac memiliki efisiensi sedikit di atas 50 persen. Ini telah dibuktikan dalam sejumlah uji klinis di Brazil. Sedangkan studi terpisah di Turki menunjukkan bahwa vaksin tersebut memiliki efektivitas 83,5 persen.

Sedangkan untuk vaksin virus Corona Sinopharm asal China, sejauh ini belum ada data yang dipublikasikan terkait efisiensinya dalam menangkal Covid-19.

Dua dari empat vaksin virus korona lain yang dikembangkan unit di China, berdasarkan data internal, memiliki efisiensi mencegah penyebaran Covid-19 sebesar 79,4 persen dan 72,5 persen.

China telah mengirimkan jutaan vaksin virus korona ke luar negeri. Pejabat di China dan media milik Beijing dengan keras membantah tuduhan terhadap vaksin buatan China. Namun, pada saat yang sama, mereka mempertanyakan keamanan dan kemampuan logistik vaksin lain.

Baca juga: 104 Tahun Lansia di Kolombia, 2 Kali Selamat dari Virus Corona

Sumber: Reuters

Source