China, Indonesia di jalur tabrakan di laut – Asia Times

JAKARTA – Intersepsi Indonesia minggu ini terhadap kapal penelitian China, yang telah menyeberangi Laut Jawa tanpa transponder yang aktif, dan bulan lalu penemuan pesawat tak berawak Sea Wing di lepas pantai selatan Sulawesi telah memberi Jakarta serangkaian masalah baru dalam hubungannya yang tidak nyaman. dengan Beijing atas kedaulatan maritim.

Pada malam hari Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengakhiri kunjungan resmi ke Jakarta, sebuah kapal patroli Penjaga Pantai Indonesia membayangi kapal survei Xiang Yang Hong 03 ke dalam Selat Sunda strategis yang memisahkan Jawa dan Sumatera setelah mematikan sistem identifikasi otomatis (AIS) tiga waktu antara 8 dan 12 Januari.

Berdasarkan ketentuan dalam United Nations Convention on Law of the Sea (UNCLOS) yang diakui oleh sebagian besar negara, Indonesia mewajibkan semua kapal yang melintasi jalur laut kepulauan satu-satunya di dunia memiliki AIS yang berfungsi dan melarang mereka melakukan penelitian oseanografi.

Selain itu, kapal perang asing diizinkan untuk melakukan operasi penerbangan terbatas dan kapal selam dapat tetap tenggelam selama mereka tidak tersesat lebih dari 25 mil laut di kedua sisi jalur yang dipetakan melalui tiga jalur utara-selatan yang ditentukan.

Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) mengatakan Xiang Yang Hong 03 membunuh transpondernya dua kali saat melewati pulau Natuna di ujung selatan Laut Cina Selatan dan kemudian di Selat Karimata, timur laut pulau Belitung.

Source