Cheating Day sampai No Dinner

Jakarta, CNN Indonesia –

Menurunkan berat badan bukanlah tentang mengurangi atau melewatkan makan. Ada beberapa mitos diet yang terus berkembang dan masih dipercaya oleh banyak orang.

“Pola makan harus dijaga, bukan mengurangi frekuensi makan, tapi makan teratur. Makan utama masih tiga kali. Untuk asupan nasi, karbohidrat bisa diganti dengan jenis lain seperti karbohidrat kompleks seperti kentang, jagung,” kata seorang ahli gizi klinis di Rumah Sakit Hermina. Galaxy, Cut Hafiah dikutip dari Antara.

Hafiah mengungkapkan, saat ini terdapat berbagai mitos di masyarakat terkait program penurunan berat badan, salah satunya adalah cheating day atau membebaskan diri dari makan sembarangan. Bertentangan dengan mitos tersebut, Hafiah tidak menganjurkan untuk melakukan kecurangan, terutama pada bulan-bulan awal penerapan program diet.

“Menyontek saat diet tidak dilarang, tapi selama bulan pertama hingga bulan ketiga metabolisme tubuh sedang baik, jadi tidak disarankan menyontek di bulan-bulan awal,” ujarnya.

Pada pasien yang memiliki berat badan lebih dari 100 kg, memiliki pola makan tinggi lemak, berkarbohidrat dan belum menerapkan pola makan sehat secara teratur, menyontek justru menyebabkan berat badan tidak turun.

Anda tetap perlu makan tiga kali sehari (makanan berat) plus snack. Hafiah merekomendasikan rentang waktu untuk sarapan mulai pukul 06.00-08.00, kemudian makan siang pukul 11.00-13.00 dan makan malam pada pukul 18.00-20.00 (asupan makanan perlu didiskusikan dengan ahli gizi).

Aturan makan malam ini membantah mitos yang mengatakan melewatkan makan malam karena bisa menyebabkan tubuh gemuk.

Hanya saja, Anda juga perlu mengatur jajanan yang disantap saat ngemil. Ia mencontohkan, jika makan malam jam 8 malam dengan martabak atau makanan berkarbohidrat tinggi, berat badan Anda akan bertambah. “Terus jam 9 malam saya sudah tidur, pasti ada penumpukan makanan di perut,” ujarnya.

Di sisi lain, rentang waktu makan menjadi rekomendasi agar Anda terbiasa mengonsumsi jajanan agar terbiasa makan dalam porsi kecil tapi sering. Waktu ngemil yang disarankan adalah 10 pagi dan 3 sore atau keduanya.

Melewatkan waktu ngemil justru berdampak pada tidak turunnya berat badan karena rasa lapar akan meningkat. Hal ini akan menyebabkan jumlah makanan dan kalori yang dikonsumsi akan lebih banyak.

Ia juga tidak menganjurkan agar Anda mengurangi kalori yang berlebihan karena menyebabkan tubuh terasa lemas dan konsentrasi terganggu.

Selain ngemil, diet juga bukan sekadar diet. Anda juga disarankan untuk melakukan olahraga minimal 3-5 kali dalam seminggu dengan durasi 20-30 menit atau lebih jika sudah terbiasa.

Misalnya jalan kaki 50 menit per hari akan ditambah dan dimodifikasi. Olahraga ini dipersonalisasi karena tergantung berat badan, aktivitas fisik, kebiasaan atau riwayat penyakit atau cedera, katanya.

Presenter Indy Barends, sosok yang menerapkan pola makan sesuai waktu, teratur (pagi, siang dan malam) plus olahraga teratur. Dia, yang pada Oktober memiliki berat 58 kg, kini menjadi 56 kg.

“Saya 58 kg di bulan Oktober yang harus dijaga (berat). Sortir (makanan) mana yang bisa dikonsumsi, makan pada jam yang tepat, jalan kaki 45 menit. Dietnya pas, tetap harus makan (pagi, siang dan malam) ), sekarang jadi 56 kg, “kata Indy.

Menurut Hafiah yang membawahi pola makan di Indy ini, sebenarnya indeks massa tubuhnya sudah normal, sehingga yang perlu dilakukan adalah menjaga pola makannya agar tidak terjadi kenaikan berat badan.

Selain Indy, beberapa selebriti lain seperti Rina Gunawan, Ricky Cuaca, Tya Ariestya, dan Melly Goeslaw juga berhasil menurunkan berat badannya hingga puluhan kilogram.

(chs)

[Gambas:Video CNN]


Source