Cek Fakta: Antibodi Menurun Setelah Vaksin Covid-19

Beberapa waktu lalu media sosial dimeriahkan dengan informasi berisi grafik antibodi usai divaksinasi Covid-19. Dalam deskripsi grafik disebutkan bahwa antibodi berkurang beberapa hari setelah injeksi vaksin pertama.

Tangkapan layar pesan berantai yang berisi grafik yang diklaim sebagai grafik antibodi setelah vaksinasi Covid-19. Dalam deskripsi grafik tersebut disebutkan bahwa antibodi setelah pemberian vaksin mulai muncul pada hari ke-7 dan mencapai puncaknya pada hari ke-10. Kemudian turun hingga hari ke-28.

“7 hari setelah vaksin, antibodinya menurun. Jadi disarankan tinggal di rumah. Itu sebabnya seseorang bisa tertular Covid beberapa hari sebelum vaksin kedua, karena antibodinya mendekati nol,” seperti dikutip dalam penjelasannya. grafik yang beredar.

antibodi vaksin

Informasi dalam bentuk grafik dan deskripsi berpotensi menimbulkan mispersepsi. Bahkan banyak yang menyimpulkan bahwa tubuh lebih rentan terpapar virus Covid-19 setelah disuntik vaksin.

Dalam keterangan gambar terdapat logo Good Health dan Greenvit International. Di laman greenvit.co.id disebutkan bahwa Good Health adalah perusahaan yang memproduksi produk kesehatan. Perusahaan asal Selandia Baru yang mengaku berpengalaman lebih dari 20 tahun ini memiliki jaringan distribusi di sejumlah negara, seperti Kanada, China, Hongkong, Korea, Belanda, Amerika Serikat, dan Indonesia.

Sedangkan sumber grafik dikatakan berasal dari halaman vaksin-safety-training.org. Halaman pembelajaran online (E-learning) tentang dasar-dasar keamanan vaksin milik Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Penelusuran Fakta

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Dr. RA Adaninggar, SpPD mengatakan, sumber grafik berasal dari WHO tahun 2006. Namun, itu bukan grafik yang menunjukkan antibodi setelah vaksin Covid-19, melainkan respon imun secara umum setelah divaksinasi cacar air, pneumococcus. dan meningitis.

Ia juga menjelaskan, respon imun primer terjadi setelah tubuh pertama kali terinfeksi virus atau mendapat suntikan vaksinasi terlebih dahulu. Dari sini akan terbentuk sel plasma, antibodi dan sel memori.

Sedangkan respon imun sekunder terjadi ketika tubuh terinfeksi virus untuk kedua kalinya atau menerima suntikan vaksin dosis kedua. Karena Anda sudah memiliki sel memori, sel plasma dan antibodi dapat terbentuk lebih cepat dan lebih banyak lagi.

Menurut dia, selama seseorang tidak terinfeksi virus untuk kedua kalinya, atau sudah mendapat vaksinasi dosis kedua, kadar antibodi akan turun kembali. Tetapi selama sel memori masih ada, ini tidak masalah karena mereka masih akan memproduksi antibodi jika terinfeksi lagi.

“Jadi bukan berarti ketika antibodi turun, mereka rentan terkena infeksi,” kata Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang akrab disapa Ning tersebut, seperti dikutip di akun Instagram-nya.

Di postingan lain, Ning mengatakan antibodi bukan satu-satunya penentu pembentukan kekebalan setelah vaksin karena ada faktor yang tidak bisa diukur dalam sistem imun seluler. Setelah divaksinasi ada beberapa kemungkinan yang bisa dibaca tentang antibodi.

Pertama, antibodi terbentuk pada tingkat yang sangat rendah di bawah ambang batas deteksi perangkat. Kedua, antibodi sudah terbentuk tetapi kadarnya masih rendah saat diperiksa lalu naik perlahan. Ketiga, tidak terbentuk sama sekali bukan penanggap. Ning mengatakan tingkat antibodi yang rendah atau tidak terdeteksi tidak selalu berarti kekebalan seluler tidak terbentuk.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengakui seseorang masih bisa tertular virus Corona, meski sudah ikut vaksinasi. Namun, adanya vaksin akan membuat tubuh orang tersebut lebih kuat menahan rasa sakit.

Antibodi virus korona tidak terbentuk segera setelah vaksinasi Covid-19. Ia mencontohkan vaksin Covid-19 dari Sinovac, yang baru membentuk antibodi optimal dalam waktu 28 hari setelah injeksi dosis kedua.

Kira-kira 14 hari setelah vaksinasi dengan dosis pertama vaksin Sinovac, 60% antibodi tubuh melawan virus Corona masih baru. Kemudian 28 hari setelah vaksinasi kedua, pembentukan antibodi bisa mencapai 95-99%.

Kementerian Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk terus menerapkan protokol kesehatan 3M, yakni memakai masker, rajin cuci tangan, dan menjaga jarak.

Kesimpulan

Klaim bahwa antibodi setelah dosis pertama vaksinasi Covid-19 mendekati nol pada hari ke-28 adalah salah. Grafik tersebut bukan grafik yang secara khusus menunjukkan tingkat antibodi setelah vaksinasi Covid-19, melainkan respons kekebalan umum setelah vaksin untuk cacar air, pneumokokus, dan meningitis.

Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi, antibodi virus Corona tidak langsung terbentuk setelah vaksinasi Covid-19. Pembentukan antibodi ini hanya 60% pada 14 hari setelah dosis pertama vaksin.

Sedangkan menurut spesialis Penyakit Dalam RA Adaninggar, selama seseorang tidak terinfeksi virus untuk kedua kalinya, atau sudah mendapat vaksinasi dosis kedua, kadar antibodi akan kembali turun. Tetapi selama sel memori masih ada, ini tidak masalah karena mereka masih akan memproduksi antibodi jika terinfeksi lagi.

Source