Cek Dulu 7 Berita Pasar Sebelum Trading, Ada PTBA-MAYA!

Jakarta, CNBC Indonesia – Tekanan jual pelaku pasar asing pada perdagangan awal pekan ini, Senin (5/4/2021), mendorong laju pasar saham domestik hingga turun di bawah level psikologis 6.000 poin.

Data BEI mencatat, IHSG ditutup melemah 0,68% di level 5.970,28 poin dengan nilai transaksi harian Rp 8,14 triliun dengan frekuensi 926.064 kali. Asing melakukan jual bersih Rp 621,10 miliar.

Rupanya pelaku pasar masih mengkhawatirkan kembalinya imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun menjadi 1,72%.

Sebelum bertransaksi pada Selasa (6/4/2021) ini, simak baik-baik aksi dan peristiwa emiten berikut yang dihimpun dalam pemberitaan CNBC Indonesia:

1. PTBA membagikan dividen Rp 835 miliar, 35% dari laba bersih

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bukit Asam Tbk (PTBA) secara resmi menyetujui pembagian dividen atas laba bersih 2020, yakni 35% dari laba 2020 atau Rp 835 miliar dari total laba tahun lalu Rp 2,4 triliun.

Tahun lalu, perusahaan tambang batu bara milik negara ini membukukan laba bersih Rp 2,4 triliun. Besaran laba bersih ini turun 41,16% secara tahunan (year on year (YoY) dibandingkan laba bersih akhir Desember 2019 yang senilai Rp 4,05 triliun.

Nilai laba bersih per saham juga turun menjadi Rp. 213 dari akhir periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp. 371.

2. Lapkeu Release, Begini Kinerja Keuangan Indika 2020

Perusahaan pertambangan PT Indika Energy Tbk (INDY) mencatatkan kerugian tahun lalu. Bahkan kerugian perseroan membengkak menjadi US $ 117,54 juta atau setara Rp 1,64 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 / US $), dari posisi US $ 18,16 juta sepanjang 2019.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, nilai rugi per saham juga meningkat menjadi US $ 0,0226 dari sebelumnya US $ 0,0035.

Pendapatan perseroan pada akhir Desember 2020 tercatat US $ 2,07 miliar (Rp 29,08 triliun). Turun 25,35% secara tahunan (year on year / YoY) dari periode yang sama tahun sebelumnya yang senilai US $ 2,78 miliar. Nilai biaya kontrak dan penjualan turun seiring penurunan pendapatan menjadi US $ 1,82 miliar dari sebelumnya US $ 2,35 miliar.

3. Summarecon tambah modal, bisa Rp. 3,4 triliun dari Rights Issue

Pemegang saham pengembang properti, PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), telah menyetujui rencana penambahan modal melalui skema HMTED atau rights issue.

Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 3,60 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Namun, manajemen belum menetapkan harga pelaksanaan untuk rights issue tersebut.

Namun jika kita mengacu pada pergerakan harga rata-rata saham SMRA di kisaran Rp. 890 sampai Rp. 935 per saham, maka dari aksi korporasi tersebut Summarecon berkesempatan menghimpun dana sebesar Rp. 3,20 triliun sampai dengan Rp. 3,37 triliun. Rencana ini juga mendapat restu dari pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (1/4/2021) yang bertempat di Plaza Summarecon, Jakarta.

BERIKUTNYA: Ada berita dari Mayapada dan SRIL

Source