Cegah Warga ‘Colong’ Pulang, Polri Lakukan Operasi Sebelum 6 Mei

Jakarta, CNN Indonesia –

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengantisipasi pergerakan masyarakat yang ingin melakukannya kepulangan Idul Fitri 2021 sebelum pelarangan pada 6-17 Mei 2021.

Kepala Seksi Operasi (Kabagops) Korlantas Polri Kombes Pol Rudy Antarikswan mengatakan, polisi akan menggelar Operasi Keselamatan pada 12-25 April 2021, sekaligus Peningkatan Kegiatan Polisi (KKYD).

“Sosialisasi besar-besaran kepada masyarakat untuk mewaspadai mengapa masyarakat dilarang mudik. Serta ditingkatkan kegiatan kepolisian (KKYD) dengan sosialisasi dan pencegahan,” kata Rudy saat dikonfirmasi, Senin (12/4).

Dalam hal ini, KKYD akan mulai diperketat sebelum 6 Mei, agar polisi bisa menyaring warga yang hendak pulang sebelum hari libur yang ditentukan.

Orang yang keluar dari batas wilayah nantinya akan diperiksa dan diverifikasi oleh petugas. Hanya saja, dia belum bisa menjelaskan secara detail soal metode penyidikan polisi nanti.

“Kami pastikan tidak ada yang pulang dulu. Dan jika ada yang bepergian karena suatu alasan, mereka diperiksa dokumennya dan dipastikan dalam keadaan sehat atau memeriksa protokol kesehatan,” katanya.

Pemerintah sendiri telah resmi melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik Lebaran 2021 mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021. Larangan tersebut dikeluarkan dengan mempertimbangkan tingginya risiko penularan Covid-19 di Indonesia.

Polri juga telah menyiapkan 333 titik penyekat yang tersebar di sepanjang jalur Lampung hingga Bali untuk memastikan masyarakat tidak melakukan aktivitas mudik nanti.

Kementerian Perhubungan juga melarang total pengoperasian semua moda transportasi darat, laut, udara, dan kereta api selama periode mudik Lebaran.

Juru bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan, larangan tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Saat Lebaran Dalam Rangka Pencegahan Covid-19.

Secara terpisah, Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Safety Jaya 2021 selama dua pekan ke depan, terhitung mulai Senin (12/4), diawali dengan aksi yang dipimpin Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Polda Metro Jaya memasang 41 kamera tiket elektronik baru untuk melengkapi 57 kamera yang sudah ada. (Foto: CNN Indonesia / TImothy Loen)

Operasi ini berfokus pada aspek keselamatan lalu lintas serta menghimbau masyarakat terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Misalnya tentang larangan orang banyak.

Fadil menyampaikan ada sejumlah target dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Jaya 2021. Pertama, sosialisasi himbauan pelarangan mudik lebaran.

“Cuma di Jakarta, kata orang Betawi, kita tidak harus pulang ke Jakarta sendirian, mudik kita tunda tahun depan,” kata Fadil.

Sosialisasi larangan mudik, kata Fadil, akan dilakukan dengan memasang spanduk dan pamflet. Sasaran lain dalam operasi ini adalah pembagian masker, pelaksanaan swab antigen gratis, hingga bakti sosial.

Selain itu, juga untuk meminimalisir gangguan jaminan sosial seperti balapan liar dan penggunaan knalpot yang bising, serta penerapan manajemen rekayasa lalu lintas.

Sementara itu, Kepala Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, ada lebih dari 3.000 personel gabungan yang diterjunkan dalam Operation Safety Jaya.

“Ada sekitar 3.320 personel gabungan yang akan kita kerahkan bersama dengan TNI, dalam hal ini Kodam Jaya dan Komando Daerah Militer (Polda Metro Jaya) serta dari pemerintah daerah,” kata Yusri.

(mjo / dis / arh)

[Gambas:Video CNN]


Source