Cara Menyedot Data Polisi Digital ke Jumhur Menggunakan Alat Israel

Jakarta, CNN Indonesia –

CEO Digital Forensic Indonesia Ruby Alamsyah menjelaskan mekanisme ekstraksi data digital yang dilakukan terhadap terdakwa ujaran kebencian Jumhur Hidayat, menggunakan perangkat lunak buatan Israel, Cellebrite.

Menurutnya, Cellebrite merupakan software yang digunakan untuk analisis forensik perangkat pintar. Diantaranya adalah ponsel, tablet, dan perangkat lainnya.

“Cellebrite adalah software forensik mobile. Apa itu? Software yang berfungsi untuk analisis forensik perangkat seluler atau tablet seluler atau gadget lainnya,” kata Ruby kepada CNNIndonesia.com melalui telepon, Selasa (6/4).



Kata Ruby Cellebrite berfungsi untuk menganalisis catatan data digital dengan menghubungkan perangkat yang terhubung ke software alias terkoneksi secara fisik.

Kemudian, kata dia, setelah perangkat itu terhubung, Cellebrite bisa melacak rekam jejak yang dilakukan di perangkat tersebut. Kemudian pengguna dapat mengambil data yang nantinya dapat berfungsi, salah satunya adalah melakukan analisis.

“Jadi selebrite hanya bisa menganalisa atau mengambil data dari ponsel (HP) jika ponsel tersebut sudah dimiliki penyidik,” ucapnya.

Meskipun datanya sudah lama terhapus, menurutnya melalui software ini semua data bisa di recovery kembali, selama datanya tidak menumpuk dengan data terbaru.

Lebih lanjut Ruby menjelaskan bahwa software ini bisa dibeli oleh siapa saja, baik instansi pemerintah maupun masyarakat umum. Ini berbeda dengan software penyadap yang sering digunakan untuk tujuan intelijen.

“Software ini adalah software umum dan komersial, siapapun bisa membelinya, baik swasta maupun instansi pemerintah. Jika software sadap atau intelijen membatasi dirinya sendiri, maka tidak bisa dibeli oleh pihak swasta,” ujarnya.

Selain itu, Ruby dengan tegas menyatakan bahwa software ini hanya software forensik digital, bukan software yang fungsinya untuk menyadap jarak jauh.

“Jadi tidak menyadap software atau software intelijen. Ini hanya software forensik digital khusus untuk perangkat mobile,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mabes Polri dikabarkan menggunakan perangkat dan aplikasi buatan Israel, Cellebrite, untuk menyedot jejak digital Jumhur Hidayat. Hal itu terungkap dalam sidang lanjutan kasus penyebaran berita bohong dengan terdakwa Jumhur, Senin (5/4) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Cellebrite adalah aplikasi perangkat keras dan perangkat lunak yang dibuat oleh perusahaan intelijen digital Israel. Alat ini dapat mengambil data dari perangkat elektronik, seperti perangkat, komputer, tablet, kartu penyimpan data (memory card), hingga perangkat keras penyimpan data (hard disk).

(dapat / DAL)

[Gambas:Video CNN]


Source