Cara menurunkan berat badan saat puasa Ramadhan

Jakarta (ANTARA) – Puasa Ramadhan memang terbukti bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Namun, jika Anda ingin memanfaatkan kesempatan berpuasa sekaligus untuk menurunkan beberapa kilo berat badan, berikut beberapa tips yang bisa Anda lakukan:

1. Buka puasa dengan menu seimbang

Di bulan Ramadhan, metabolisme tubuh melambat sehingga kebutuhan energi tubuh otomatis menurun.

Tepat sebelum berbuka puasa, anggaplah itu sebagai makan malam biasa yang Anda makan sepanjang tahun. Usai berbuka puasa jangan langsung menikmati makanan sekaligus, malah istirahat, sholat, tunggu beberapa menit lalu lanjutkan makan.

Ini akan memberi Anda perspektif tentang seberapa banyak makanan yang benar-benar Anda butuhkan dan jika Anda mulai merasa puas, Anda akan tahu inilah saatnya untuk berhenti.

Baca juga: Waspadai pro dan kontra diet saat ini

Baca juga: Pola makan ekstrim yang menghasilkan buah langsing tapi akan rugi banyak

2. Hindari digoreng

Faktor utama yang ternyata menjadi alasan di balik semua kenaikan berat badan selama Ramadhan adalah makanan yang berminyak.

Selama bertahun-tahun, orang menghindari makan gorengan di awal usia remaja dan 20-an, tetapi ketika usia berperan dan metabolisme melambat, saat itulah kenaikan berat badan terjadi. Makanan yang digoreng tinggi kalori dan rendah nutrisi. Ada banyak pilihan sehat untuk dipilih di atas gorengan yang telah menjadi spesialisasi Ramadhan.

3. Jangan lewatkan sahur

Di bulan Ramadhan, sahur menggantikan sarapan. Melewatkan sahur merupakan pilihan yang berisiko karena Anda akan cenderung lapar sepanjang hari yang berakibat makan berlebihan saat berbuka puasa dan hal tersebut harus dihindari agar dapat melanjutkan perjalanan penurunan berat badan Anda.

4. Kurangi gula

Alasan utama lain kenaikan berat badan selama Ramadhan adalah gula yang dikonsumsi sepanjang bulan dari minuman dan makanan manis yang sarat gula.
Hal terbaik yang harus dilakukan adalah menghindari gula rafinasi karena itu adalah hal terakhir yang Anda butuhkan dalam tubuh Anda jika Anda ingin menurunkan berat badan atau tidak menambah berat badan selama Ramadhan.

Gula selalu dapat diganti dengan mengonsumsi makanan yang kaya gula alami seperti buah, buah kering, dan madu. Semangkuk salad buah yang baik tidak hanya akan membuat Anda kenyang tetapi juga akan menjadi suguhan lezat yang bermanfaat bagi tubuh Anda dan tidak menyebabkan penambahan berat badan.

6. Batasi asupan garam

Sodium cenderung membuat tubuh dehidrasi, oleh karena itu pilihan terbaik adalah menghindari makan makanan yang mengandung banyak garam di dalamnya. Mereka cenderung membuat Anda haus dan juga memengaruhi kemampuan tubuh untuk mencerna dan menyerap cairan.

7. Rencanakan latihan selama tiga puluh menit

Di bulan Ramadhan, masyarakat merasa kewalahan untuk menyesuaikan diri dengan rutinitas baru. Kurang tidur juga cenderung berdampak pada pikiran dan tubuh.

Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan beberapa jenis aktivitas fisik seperti jalan cepat atau olah raga sederhana yang akan membuat tubuh tetap aktif dan mencegahnya menjadi terlalu lelah atau malas.

Baca juga: Tiga hal yang tidak Anda ketahui yang akan menentukan keberhasilan diet

Di bulan Ramadhan, memang mudah merasa lesu dan membuat alasan untuk tidak melakukan aktivitas fisik, namun ini penting, terutama jika menyangkut tujuan penurunan berat badan.

8. Kontrol porsi Anda

Kontrol porsi adalah yang terpenting di bulan Ramadhan. Inti dari bulan ini adalah melatih kesabaran dan pengendalian diri, oleh karena itu dari segi makanan kedua faktor ini juga harus diperhatikan.

Tidak makan di antara sahur dan berbuka puasa dan kemudian makan berlebihan saat berbuka tidak sejalan dengan ajaran Ramadhan.

Kontrol porsi adalah cara terbaik untuk memastikan bahwa angka pada timbangan tidak bertambah di akhir bulan. Makan dalam porsi kecil selalu merupakan ide yang tepat dan juga membantu seseorang memahami seberapa banyak yang dibutuhkan tubuh.

9. Tetap terhidrasi

Hidrasi adalah faktor terpenting dalam hal penurunan berat badan. Dengan atau tanpa Ramadhan, semua ahli diet di seluruh dunia menekankan pentingnya menjaga tubuh tetap terhidrasi untuk memperburuk proses penurunan berat badan.

Pada awalnya mungkin tampak mustahil untuk mengingat lamanya puasa, tetapi jika dipecah dengan benar, sangat mudah untuk memenuhi kriteria asupan air untuk menurunkan berat badan. Minum 2 liter air setiap hari sudah cukup selama bulan Ramadhan dan tidak hanya membantu detoksifikasi tubuh tetapi juga akan menjaga nafsu makan Anda.

Dua liter air sama dengan hampir 8 gelas. Untuk memecah air yang diambil, cara termudah adalah minum 2 gelas saat buka puasa. Dianjurkan juga untuk berbuka puasa dengan air karena pada saat itulah tubuh sangat membutuhkannya dan membantu pencernaan makanan yang dimakan segera setelahnya.

Cobalah minum 4 gelas air antara buka puasa dan subuh. Caranya, minum 1 gelas per jam. Sisa 2 gelas air putih harus dikonsumsi saat sahur. Minuman tambahan seperti minuman bersoda dan minuman berkafein tidak dihitung sebagai air masuk, jadi orang harus berhati-hati jenis cairan apa yang diminum selama jam non-puasa.

Baca juga: Delapan camilan asin yang menyehatkan

Baca juga: Kenali diet flexitarian dan manfaatnya

Baca juga: 10 makanan yang membuat Anda semakin lapar

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
HAK CIPTA © ANTARA 2021

Source