BUMN ini siap menyerap 300.000 ton gabah petani dengan harga di atas HPP

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Pertani (Persero) siap menyerap sedikitnya 300.000 ton gabah dari petani dengan harga di atas Harga Pokok Penjualan (HPP).

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung mengatakan, PT Pertani sebagai BUMN Pangan yang juga bergerak di bidang beras berpotensi mewujudkan penyerapan yang optimal.

Dikatakan sarana dan prasarana PT Pertani (Persero) cukup besar serta pengering dan Unit Penggilingan Beras (RMU) yang tersebar secara nasional.

Baca juga: BPS Ungkap Indonesia Masih Impor 356.286 Ton Beras di 2020

Dengan kapasitas pengering rata-rata 30 ton per hari dan kapasitas RMU 2-3 ton per jam, Agung berkeyakinan PT Pertani mampu menyerap gabah petani hingga 300.000 ton.

Selain itu, potensi lainnya adalah peluang pasar beras yang masih terbuka lebar, terutama antarpulau yang siap digarap PT Pertani.

Agung menambahkan, penyerapan gabah oleh Pertani bersifat komersial, sehingga pihaknya bisa membeli di HPP.

“Penyerapan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) merupakan kewajiban pelayanan publik (PSO) dan harganya sudah ditetapkan pemerintah. Sementara itu, kita dorong penyerapan komersial,” ujarnya dalam keterangan resmi. , Minggu (11/4/2021).

Baca juga: Stok Beras Bulog 1 Juta Ton, Buwas: Mari Bicara Pakai Data

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Pertani (Persero) Maryono mengatakan, sebagai klaster pangan milik negara, Pertani sangat peduli terhadap kesejahteraan petani setelah membeli dengan harga di atas HPP.

Hal tersebut dilakukan untuk menunjang kesejahteraan para petani agar tidak trauma dan dapat terus bercocok tanam pada panen berikutnya.

“Hari ini kita lepas landas dengan harga Rp 4.300. Di Banyuwangi dan Karawang harganya sama, untuk Provinsi Jawa Tengah sendiri sudah terserap 3.000 ton,” jelas Maryono.

Pihaknya ingin petani menjaga agar harga gabah tidak turun saat panen raya. Lebih lanjut ia menegaskan, sebenarnya hasil gabah petani yang sudah terserap PT Pertani (Persero) tergolong berkualitas tinggi.

Baca juga: Disinggung Jokowi sebagai Jaga-jaga, Ini Data Impor Beras dari Thailand dan Vietnam

Upaya ini tak lepas dari kerja sama BKP Kementerian Pertanian dan PT Pertani yang baru-baru ini menyerap gabah petani di Kendal, Jawa Tengah, awal pekan ini, Senin (5/4/2021).

Program yang digelar di Unit Penggilingan Padi PT Pertani (Persero) Kendal ini merupakan tindak lanjut arahan Kementerian Pertanian untuk bersama-sama mendorong gerakan penyerapan gabah petani.

Untuk merealisasikan kegiatan serapan gabah petani, Kementerian Pertanian menandatangani MoU dengan PT Pertani (Persero) terkait program serapan gabah petani.

Baca juga: Jokowi Disebut Hampir 3 Tahun Tak Impor Beras, Benarkah?

Kerja sama ini diatur melalui kesepakatan antara Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (BKP) dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) (Persero) untuk mewakili PT Pertani (Persero) karena ditunjuk sebagai ketua klaster pangan BUMN.

Source