Bukan perombakan, inilah yang menyebabkan IHSG melemah 2,31% pada Selasa (22/12).

ILUSTRASI. IHSG hari ini turun 2,31% ke level 6.023,29.

Reporter: Nur Qolbi | Editor: Wahyu T. Rahmawati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin memperkenalkan enam menteri baru di Kabinet Indonesia Maju pada Selasa (22/12). Seperti diketahui, dua menteri di kabinetnya, yakni Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Sosial tersandung kasus korupsi.

Sebagai penggantinya, Jokowi menunjuk Tri Rismaharini sebagai Menteri Sosial dan Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Ia pun memperkenalkan menteri baru lainnya, yakni Sandiaga Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wishnutama, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi, dan Muhammad Luthfi sebagai Menteri Perdagangan. menggantikan Agus Suparmanto.

Sejalan dengan itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini turun 2,31% ke level 6.023,29. Sebanyak 397 saham jatuh, 123 naik, dan 111 saham stagnan. Penurunan tersebut didorong oleh saham sektor infrastruktur yang turun 3,84% dan sektor pertambangan yang turun 3,39%.

Meski begitu, Kepala Riset Trimegah Sekuritas Sebastian Tobing menilai pergantian menteri tidak berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Menurut dia, hanya perubahan yang terjadi pada posisi Menteri Keuangan yang secara langsung dapat mempengaruhi pergerakan pasar terkait kebijakan anggaran dan fiskal.

Baca juga: IHSG melemah 2,31%, masih ada peluang penguatan di perdagangan esok hari

Sebastian melihat pengaruh terbesar pergerakan IHSG saat ini adalah perkembangan pandemi Covid-19, seperti jumlah kasus harian positif global dan kuncitara terjadi di sejumlah negara. Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menambahkan, pergerakan IHSG kini dibayang-bayangi kekhawatiran mutasi virus baru dan lonjakan kasus Covid-19 di berbagai negara.

Kepala Riset NH Korindo Sekuritas Anggaraksa Arismunandar juga menilai reshuffle kebinet tidak akan banyak berpengaruh pada pergerakan pasar saham. Pasalnya, ada beberapa sentimen yang lebih dominan. “Misalnya perkembangan pandemi Covid-19 yang saat ini tengah dikhawatirkan munculnya varian baru, kesepakatan paket stimulus Amerika Serikat, dan fenomena ganti jendela di akhir tahun, “kata Anggaraksa saat dihubungi Kontan.co.id, Selasa (22/12).

Anggaraksa memprediksi, dalam jangka pendek, IHSG akan terkoreksi terlebih dahulu secara level dukung di 5,950 dan perlawanan di 6.175. Potensi koreksi tersebut sejalan dengan munculnya kekhawatiran munculnya varian baru Covid-19 yang dibarengi dengan implementasi kebijakan. kuncitara di berbagai belahan dunia.

Baca juga: Indeks Dividen Tinggi 20 adalah yang berkinerja terburuk

Apalagi, hampir seluruh sentimen positif tercermin dari IHSG (harga masuk) saat ini. Oleh karena itu, menurutnya, investor yang memiliki orientasi jangka panjang dapat memanfaatkan momen koreksi untuk terus melakukan akumulasi pembelian saham dengan fundamental yang baik.

Sedangkan Sebastian memperkirakan, IHSG hingga akhir tahun akan berada di kisaran 6.000-6.200. “IHSG bisa naik ke level yang lebih tinggi jika distribusi vaksin sudah jelas,” ujarnya. Jika distribusinya jelas, dia memprediksi IHSG bisa mencapai level 6.300-6.500.

Baca juga: IHSG melemah 2,31% pada Selasa (22/12), asing mencatatkan jual bersih Rp 338 miliar

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang bisa digunakan untuk berbelanja di KONTAN Store.



Source