Berikut Tips Diet Sehat untuk Kehilangan Tubuh

Bisnis.com, JAKARTA – Upaya menurunkan berat badan telah memunculkan berbagai macam diet yang seringkali membuat orang bingung akan hal ini. Jadi apa cara yang baik untuk menurunkan berat badan?

Ahli Gizi Klinik, Juwalita Surapsari mengatakan, istilah pola makan berasal dari bahasa Yunani yaitu diatia yang artinya cara hidup. Secara lebih umum, diet diartikan sebagai pengaturan pola makan.

Jadi, berbicara tentang diet sebenarnya tidak hanya berbicara tentang penurunan berat badan. Ada juga diet dengan tujuan mengontrol gula darah, diet untuk mengontrol kolesterol, dan lain sebagainya. Intinya, diet adalah upaya mengatur pola makan tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.

Khusus untuk penurunan berat badan, ia menyatakan bahwa pola makan yang aman yang dapat dilaksanakan masyarakat tanpa pengawasan dokter adalah pola makan bergizi seimbang dan pengurangan porsi makan secara proporsional. Artinya kita mengalami defisit kalori dengan cara mengurangi porsi makan kita, ujarnya kepada Bisnis.

Praktisnya, Juwalita mencontohkan bagi masyarakat yang biasanya makan nasi sebanyak dua sendok, bisa dikurangi setidaknya seperempat dari porsi biasanya. Dengan begitu, kalori yang masuk ke dalam tubuh juga akan berkurang.

Ia juga mengingatkan perlunya masyarakat memilih makanan dengan hati-hati. Menurutnya, makanan yang perlu dihindari adalah makanan olahan atau makanan olahan seperti gorengan. Pasalnya, konsumsi makanan semacam itu memiliki jumlah kalori yang lebih tinggi, dibandingkan makanan yang diolah lebih alami.

Dalam proses pemilihan makanan untuk menurunkan berat badan, masyarakat juga perlu mengetahui tentang kepadatan energi. Makanan olahan biasanya memiliki kepadatan energi yang tinggi, sedangkan buah dan sayuran merupakan contoh makanan dengan kepadatan energi yang rendah.

Jadi, makanan yang baik untuk dikonsumsi untuk menurunkan berat badan adalah makanan dengan kepadatan energi yang rendah tetapi nilai gizinya tinggi.

Juwalita mencontohkan, untuk kategori atau jenis makanan berkarbohidrat, orang bisa mengonsumsi nasi merah atau hitam dibandingkan nasi putih yang memiliki kandungan serat dan mineral lebih rendah. Selain konsumsi nasi, disarankan juga untuk memilih jenis makanan seperti umbi-umbian sebagai alternatif pengganti karbohidrat.

Untuk makanan berprotein, ia menyarankan untuk memilih atau mengonsumsi protein hewani dengan kandungan lemak rendah, misalnya ayam tanpa kulit, ikan, atau putih telur. Sedangkan untuk asupan zat gizi mikro seperti vitamin dan mineral, konsumsi buah dan sayur perlu dicantumkan dalam setiap jadwal makan.

Selain jenis makanannya, lanjutnya, pengolahan makanan juga perlu diperhatikan karena hal ini akan sangat mempengaruhi upaya penurunan berat badan. Dia mengingatkan lagi, gorengan tentu akan menambah jumlah kalori yang tersedia.

Hal penting lainnya yang perlu diperhatikan adalah pelaksanaan jadwal makan yang teratur, bukan menghilangkan jadwal makan tertentu untuk menurunkan berat badan berlebih. “Kunci sukses diet adalah kita harus bisa menikmati semua prosesnya,” ujarnya.

Juwalita menuturkan, dengan pola makan bergizi seimbang dan pengurangan porsi makan yang proporsional, penurunan berat badan yang dihasilkan biasanya berkisar antara 1/2 hingga 1 kilogram per minggu atau 2 hingga 4 kilogram per bulan.

Memang, ada banyak praktik di luar sana yang dapat menghasilkan penurunan berat badan yang jauh lebih drastis daripada jumlah ideal. Namun, menurutnya, penurunan itu perlu dipastikan berasal dari massa lemak, bukan dari massa otot atau kandungan air di dalam tubuh.

Ia mengingatkan, untuk berbagai jenis diet ekstrim yang ada, perlu adanya pemahaman yang benar tentang kondisi tubuh setiap orang dan memastikan pola makan yang dilakukan tetap menyertakan konsumsi semua nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Hal ini pun perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter agar hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

Tonton Video Unggulan Di Bawah Ini:

Konten Premium

Masuk / Daftar

Source