Berikut ciri-ciri dari masker berlisensi melingkar, agar tidak salah beli

Agar tidak salah beli, sebaiknya ketahui ciri-ciri masker dengan lisensi.

Dipublikasikan Selasa, 6/04/2021 – 18:15 WIB
oleh Solopos.com/Astrid Prihatini WD / Newswire
3 menit membaca

Solopos.com, JAKARTA–Agar tidak salah membeli masker, sebaiknya ketahui ciri-ciri masker dengan izin edar. Apalagi, sebelumnya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat mewaspadai peredaran masker palsu.

Sebelum membeli, masyarakat diingatkan untuk selalu berhati-hati dan memastikan keaslian masker. Lalu apa saja ciri-ciri dari masker yang terdistribusi? Simak ulasan tips kesehatan kali ini.

Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan (Farmalkes) Kementerian Kesehatan Arianti Anaya mengatakan dengan adanya masker palsu di masyarakat perlu diperhatikan dan perlu diwaspadai, karena dapat meningkatkan risiko penularan Covid-19 selama pandemi Covid-19.

Jika masker memiliki izin edar dari Kementerian Kesehatan, maka masker tersebut telah memenuhi persyaratan kualitas dan keamanan. Misalnya, masker telah lulus ujian Efisiensi Filtrasi Bakteri (BFE), Efisiensi Filtrasi Partie (PFE), juga Resistensi Pernapasan sebagai kondisi untuk mencegah masuknya dan mencegah penularan virus dan bakteri.

Masker medis harus memiliki efisiensi penyaringan bakteri minimal 95 persen, kata Arianti seperti dikutip dari situs resmi Sehat Negeriku. detikcom, Selasa (6/4/2021).

Baca Juga: Hindari Mengkonsumsinya Setelah Berolahraga!

Di Indonesia, terdapat 996 masker kesehatan yang telah mendapat izin edar. Selain memberikan izin untuk mendistribusikan masker, Kementerian Kesehatan terus memantau peredaran produk yang sudah memiliki izin edar. Apakah produk masker masih memenuhi kepatuhan terkait kualitas atau tidak.

“Saat ini Indonesia mampu memenuhi kebutuhan masker di dalam negeri. Ada 996 masker kesehatan yang telah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan, terdiri dari masker bedah, N95 dan KN95,” kata Arianti.

Pengawasan topeng palsu

Selain memberikan izin untuk mendistribusikan masker, Kementerian Kesehatan juga terus melakukan pengawasan terhadap peredaran produk yang sudah memiliki izin edar.

Untuk menindaklanjuti kabar peredaran masker tanpa izin, Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan pejabat hukum. Jika ada yang menemukan masker yang diduga tidak memenuhi standar Kementerian Kesehatan, masyarakat dihimbau untuk melaporkannya ke Kementerian Kesehatan.

Ada dua cara untuk melakukannya, pertama melalui jalur e-watch peralatan medis, kedua dengan mengakses Hallo Kementerian Kesehatan di 1500567.

Baca juga: Ketahui Fakta Tentang Varian “Eek” dari Jepang yang Bikin Heboh Dunia

Menurut Arianti, yang dikatakan masker palsu yang beredar saat ini adalah masker yang seharusnya digunakan untuk keperluan non medis, seperti di sektor industri yang diklaim sebagai masker medis. Masker palsu juga bisa dari merek yang sama tetapi tidak dari produsen aslinya.

“Mengenai peredaran masker palsu, mungkin harus kami sampaikan bahwa kami harus memastikan apakah benar masker atau masker palsu itu dibuat tetapi tidak sesuai peruntukannya,” ujarnya.

Arianti Anaya menjelaskan, masker jenis N95 dan KN95 juga digunakan di sektor industri. Hanya saja, kedua jenis masker tersebut memiliki spesifikasi yang berbeda dengan masker respirator khusus untuk petugas kesehatan.

Misalnya, masker N95 dan KN95 ini juga digunakan di industri pengecatan, industri pertambangan, industri perminyakan, di mana mereka harus menggunakan masker untuk mencegah masalah pernafasan terhadap polusi dan lain-lain. Tapi tentunya ini bukan masker yang merupakan N95 dan KN95 yang diperuntukkan untuk kepentingan medis, “kata Arianti seperti dilansir Liputan6.com.

Editor:
Profil
Astrid Prihatini WD

LIKE ada di sini untuk informasi lebih lanjut tentang Solopos.com

Source