Beredar Luas di Tiongkok, Foto Suntikan Jokowi Ternyata Berdampak Luar Biasa

Wakil Ketua Tim Dokter Kepresidenan, dr Abdul Muthalib menyuntikkan vaksin Covid-19 ke lengan kiri Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/1). Foto: YouTube / Sekretariat Presiden

jpnn.com, BEIJING – Nama Sinovac mungkin belum setenar Sinopharm di tataran penelitian dan pengembangan vaksin yang menjadi solusi mengatasi pandemi COVID-19.

Meski sama-sama menggunakan cara yang sama, yaitu melemahkan virus (tidak aktif), yang kemudian menggunakan partikel untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali virus penyebab COVID-19 tanpa harus menghadapi risiko infeksi serius, Sinovac Biotech Ltd masih dibawah bayang-bayang Sinopharm Group Co Ltd.

Apalagi, Sinopharm yang merupakan badan usaha milik negara telah memperoleh izin edar terbatas dari otoritas pengobatan Tiongkok per 30 Desember 2020 setelah dinyatakan aman dengan tingkat khasiat 79,34 persen.

Sejak itu, dominasi Sinopharm melebar di daratan dengan populasi 1,4 miliar jiwa, terutama sebelum izin keluar mensimulasikan distribusi ke 31 provinsi di China.

Pemakaian di beberapa kota besar di China sangat masif, meski hanya terbatas pada sembilan kelompok masyarakat berisiko tinggi, seperti pemeriksa bea cukai impor barang beku, operator angkutan umum, penduduk lokal yang ingin bepergian ke luar negeri untuk keperluan bekerja atau belajar.

Setelah mendapat kepercayaan luas di China, Sinopharm, yang memiliki dua laboratorium biosekuriti di Wuhan dan Beijing, kemudian berupaya meningkatkan kapasitas produksinya dari 12 juta dosis menjadi 1 miliar dosis dalam satu tahun.

Sementara itu, Sinovac masih belum memperoleh izin edar di China (setidaknya saat tulisan ini dibuat) karena menunggu hasil uji klinis tahap ketiga di Brazil, Turki, dan Indonesia.

Meski begitu, Sinovac juga telah digunakan secara terbatas untuk keperluan darurat di tiga kota di Provinsi Zhejiang, yaitu Yiwu, Jiaxing, dan Shaoxing.

Source