Berbagai Hujan Ajaib di Planet Lain: Batu Hujan hingga Berlian

Jakarta

Planet lain juga memiliki hujan. Namun karena kondisi cuaca dan atmosfer yang berbeda, hujan di planet lain tidak membentuk air seperti Bumi. Ada planet yang batuan hujan, asam sulfat, bahkan berlian.

Ada begitu banyak planet di alam semesta ini, namun setidaknya beberapa planet berikut ini telah diteliti dan terbukti memiliki hujan. Apa pun? Berikut beberapa planet selain Bumi yang memiliki hujan TreeHugger, Selasa (13/4/2021).

planet ekstrasurya Foto: TreeHugger

COROT-7b

Tidak kalah dengan planet-planet di tata surya, exoplanet juga memiliki hujan, salah satunya adalah COROT-7B. Planet ini adalah planet berbatu seperti Bumi. Namun, sangat berbatu sehingga hujan yang turun di planet ini berbentuk kerikil kecil.

COROT-7b memiliki hujan batuan karena atmosfer planet terdiri dari bahan yang sama dengan batuan, termasuk besi, natrium, silikon monoksida, dan kalium.

Temuan Indikasi Kehidupan di Venus, Kesalahan Pengukuran?Foto: DW SoftNews

Venus

Venus sering disebut sebagai kembaran Bumi karena terdapat beberapa kesamaan di antara keduanya. Namun sebenarnya, cuaca di Venus sangat berbeda dengan di Bumi, termasuk hujan.

Planet ini adalah yang terpanas di tata surya. Karena cuaca seperti ini, hujan di Venus tidak berupa air bersih, melainkan hujan asam. Ini karena awan di planet Venus mengandung banyak asam sulfat.

Yang lebih mengerikan, suhu di planet Venus mencapai rata-rata 462 derajat Celcius. Dengan temperatur setinggi itu, apapun yang berbentuk cair akan menguap sebelum bisa mencapai permukaan, termasuk hujan asam.

planet ekstrasuryaFoto: TreeHugger

Titan

Di Titan ada gunung berapi. Selain itu, satelit Saturnus ini juga memiliki hujan dalam bentuk cair. Namun sekali lagi, hujan yang turun bukanlah air bersih melainkan metana cair.

Hujan ini akan membasahi permukaan Titan dan membentuk danau metana. Namun karena suhunya yang terlalu dingin, yakni minus 179 derajat Celcius, danau metana ini akan menguap dalam waktu singkat. Hujan metana di Titan jarang terjadi, tetapi hanya sekali setiap 1.000 tahun.

planet ekstrasuryaFoto: TreeHugger

HD 189733b

HD 189733b berjarak sekitar 63 tahun cahaya dari Bumi. Planet ini memiliki hujan berupa material kaca yang sangat berbahaya. Selain pecahan kaca yang tajam, kecepatan angin di planet ini juga sangat tinggi. Bisa dibayangkan betapa berbahayanya planet ini bagi manusia saat hujan. Bahkan tanpa hujan kaca, planet ini masih berbahaya.

HD 189733b terletak sangat dekat dengan bintang induknya, akibatnya suhu disana sangat panas yaitu 900 derajat celcius. Dengan suhu setinggi itu, mustahil bagi manusia untuk tinggal di sana.

NeptunusFoto: Tech Times

Neptunus dan Uranus

Mungkinkah ada hujan berlian? Kedengarannya tidak mungkin, tetapi itu benar di Neptunus dan Uranus. Keduanya adalah ‘raksasa es’ di Tata Surya. Disebut demikian, karena dua lapisan terluar Neptunus dan Uranus terdiri dari senyawa yang mencakup hidrogen dan helium.

Warna kebiruan kedua planet ini juga disebabkan oleh jejak metana di sekitar atmosfernya, membuktikan bahwa mereka memiliki es dingin di dalamnya. Para ahli percaya bahwa panas dan suhu yang hebat di bawah permukaan es raksasa memecah hidrokarbon. Dengan cara ini, karbon akan dipadatkan menjadi berlian dan akan tenggelam lebih dalam lagi menuju inti planet.

Menonton video “Rusia dan China Berkolaborasi untuk Membangun Stasiun di Bulan
[Gambas:Video 20detik]

(rns / fay)

Source