Berapa Biaya Hasil Tes Cepat Palsu di Surabaya tempat Polisi Mengungkap Kasusnya

Surabaya

Polisi membongkar sindikat untuk membuat hasil tes cepat palsu di Surabaya. Berapa biaya untuk membuat tes cepat palsu ini?

Penjualan rapid ini menelan biaya Rp 100 ribu, kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum kepada wartawan di Polres Surabaya, Senin (21/12/2020).

Dalam kasus ini, polisi menangkap tiga pelaku. Mereka adalah M Roib (55), dan Budi Santoso (36), warga Pabean Cantik dan Syaiful Hidayat (46), warga Bubutan. Roib pegawai biro perjalanan, Budi perantara penumpang, dan Syaiful pegawai honorer sebuah puskesmas di Surabaya.

Pembuatan hasil rapid test palsu tersebut merupakan satu paket dengan tiket perjalanan penumpang.

Rapid test palsu ini, kata Ganis, digunakan calon penumpang untuk melarikan diri saat menaiki kapal ke daerah tujuan calon penumpang seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Dari tindak pidana yang dilakukan oleh ketiga tersangka tersebut, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, yakni 1 stempel, 1 laptop, 5 ponsel, 1 printer, 1 rim kertas HVS, 10 lembar hasil rapid test, dan uang tunai Rp. 5,7 juta.

Ketiganya diancam dengan pasal 263 ayat (1) KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman pidana kurungan 6 tahun.

(iwd / iwd)

Source