Beberapa Tanda Ketidakseimbangan Hormon Dalam Tubuh Halaman 1 dari 3

Winnetnews.com – Hormon adalah sekumpulan biokimia dalam tubuh yang berperan penting dalam setiap fungsi tubuh, oleh karena itu kadarnya harus dijaga agar tetap seimbang. Ketidakseimbangan hormonal terjadi karena pola hidup dan pola makan yang tidak sehat. Meski kelihatannya sederhana, ketidakseimbangan hormon bisa mengganggu kesehatan Kamu. Apa saja tanda-tanda ketidakseimbangan kadar hormon?

Tanda ketidakseimbangan hormonal

1. Siklus haid tidak teratur

Jarak haid seorang wanita dari bulan pertama ke bulan berikutnya berlangsung dari 21 hingga 35 hari. Jika Anda tidak memiliki siklus yang sama setiap bulan, atau jika Anda terlambat menghitung bulan meskipun Anda belum memasuki masa menopause, Anda mungkin mengalami ketidakseimbangan hormon.

Kondisi ini bisa terjadi karena Anda memiliki kadar hormon yang berlebihan atau terlalu sedikit seperti estrogen atau progesteron dalam tubuh Anda. Jika Anda berusia 40 hingga 50 tahun, ini mungkin karena gejala menopause.

Siklus menstruasi yang tidak teratur juga bisa menjadi gejala gangguan kesehatan seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS). Jika Anda mengalami siklus haid tidak teratur hingga berbulan-bulan padahal Anda tidak hamil, sebaiknya konsultasikan hal ini dengan dokter.

2. Mengalami gangguan tidur

Progesteron, hormon yang dilepaskan oleh ovarium Anda, seharusnya bisa menjebak rasa kantuk. Jika kadar hormon ini lebih rendah dari biasanya, maka Anda akan sulit tidur. Kadar estrogen yang tinggi juga dapat memicu hot flash dan keringat malam. Gangguan ini bisa membuat Anda terbangun dan sulit tidur kembali.

3. Jerawat kronis

Wajah jerawatan sebelum haid itu normal. Pasalnya, saat itu terjadi perubahan hormonal di tubuh. Namun, jika Anda menderita jerawat kronis yang tidak kunjung sembuh, bisa jadi itu pertanda Anda mengalami ketidakseimbangan hormon.

Kadar androgen yang berlebihan (hormon yang dimiliki pria dan wanita) dapat menyebabkan kelenjar minyak bekerja terlalu keras. Androgen juga memengaruhi sel kulit di dalam dan di sekitar folikel rambut Anda. Keduanya bisa menyumbat pori-pori dan menyebabkan jerawat.

Source