Bareskrim Sebut Senjata yang Diduga Milik Rakitan Laskar FPI Senpi

Jakarta, CNN Indonesia –

Hasil uji balistik oleh Badan Reserse Kriminal (Unit Investigasi Kriminal) Mabes Polri untuk senjata api (Senpi) yang diduga anggota laskar Front Pembela Islam (FPI) menunjukkan bahwa senjata ini adalah jenis buatan sendiri.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan, temuan itu didapat dari hasil uji coba terhadap dua senjata api tersebut.

Hasil pemeriksaan ahli balistik menyatakan bahwa 2 senapan yang digunakan FPI Laskar merupakan senjata non-pabrikan. [rakitan], ”kata Andi saat dikonfirmasi CNNIndonesia.com, Minggu (20/12).

Berdasarkan hasil uji balistik, Andi pun mengungkapkan bahwa senjata api jenis revolver ini menggunakan amunisi 9 milimeter.

“Pakai amunisi 9 milimeter,” ujarnya lagi.

Sebelumnya, polisi melakukan uji balistik terhadap senjata api yang diduga milik FPI. Polisi mengklaim senjata itu digunakan anggota FPI untuk menyerang polisi.

Bentrokan antara aparat kepolisian dan FPI diketahui terjadi pada Senin (7/12) pagi di sekitar Kilometer 50 tol Jakarta-Cikampek. Insiden tersebut menimbulkan dua klaim berbeda antara pihak yang bertikai. Polisi mengatakan anggotanya diserang lebih dulu. Namun FPI menyatakan anggotanya tidak memiliki senjata api.

Keduanya memiliki kronologi yang berlawanan satu sama lain. Masing-masing mengaku telah diserang lebih dulu. Bentrokan yang terjadi di tengah penguntitan Rizieq Shihab mengakibatkan tewasnya enam orang dari kelompok FPI.

Keenam pasukan paramiliter FPI tersebut tewas diduga akibat ditembak polisi. Menurut polisi, dua dari mereka tewas dalam baku tembak dan empat lainnya ditembak di dalam mobil karena melawan dan berusaha merebut senjata petugas.

Sementara itu, Bareskrim telah menyelesaikan rekonstruksi TKP di empat TKP yang diduga terkait bentrok antara FPI Laskar dan polisi. Namun Bareskrim menyatakan masih terbuka untuk rekonstruksi lebih lanjut.

Sebelumnya, ada 58 adegan yang dipamerkan penyidik ​​saat rekonstruksi. Dari situ, kronologis yang lebih lengkap terungkap dari yang disampaikan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran pada jumpa pers pada 7 Desember 2020.

Infografis 4 Bentrokan TKP Polisi Vs Laskar FPIInfografis 4 Bentrokan TKP Polisi Vs Laskar FPI. (Foto: CNNIndonesia / Basith Subastian)

Dari rekonstruksi polisi, disebutkan bahwa aparat keamanan pertama kali dicegat oleh pasukan FPI di depan Hotel Novotel, Jalan Internasional Karawang Barat, lokasi ini merupakan TKP pertama.

Kemudian TKP kedua, Jembatan Badami, TKP ketiga KM 50 Rest Area Jakarta-Cikampek. TKP keempat di KM 51 + 200. Polisi terlibat baku tembak dengan mobil Chevrolet Spin yang dikendarai pasukan FPI.

Hingga saat ini belum ada tersangka yang didakwa oleh polisi.

Karena adanya perbedaan kronologis, Komnas HAM membentuk tim khusus untuk menyelidiki dan mengungkap fakta-fakta kejadian tersebut. Hingga saat ini, sedikitnya 25 saksi telah dimintai keterangan.

(juta / NMA)

[Gambas:Video CNN]


Source