Bank akan kebanjiran dana pemerintah tahun depan

ILUSTRASI. Nasabah BRI./pho KONTAN / Carolus Agus Waluyo / 23/10/2020.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Handoyo.

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Bank akan kebanjiran dana dari program pemerintah. Selain dana subsidi untuk mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan sektor korporasi yang rutin setiap tahun, akan ada tambahan dana yang dianggarkan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) dari dampak Covid- 19.

Anggaran subsidi perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun 2021 mencapai Rp 19,1 triliun untuk 157.500 unit rumah. Jumlah tersebut meningkat dari anggaran tahun ini sebesar Rp. 11 triliun.

Pagu Kredit Usaha Rakyat (KUR) juga dianggarkan naik dari Rp 190 triliun tahun ini menjadi Rp 230 triliun. Sedangkan PEN yang dianggarkan tahun depan mencapai Rp 356,5 triliun, dimana untuk mendukung sektor UMKM akan dialokasikan Rp 48,8 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk subsidi kredit usaha rakyat (KUR), dukungan pembiayaan bagi UMKM, penjaminan kredit modal kerja, dan cadangan dana pensiun yang akan dimasukkan dalam program UMKM.

Selain itu, Menkeu juga menyampaikan penempatan dana di perbankan akan dilanjutkan tahun depan guna merevitalisasi perekonomian di sektor UMKM.

Sedangkan tahun ini, pemerintah menempatkan dana PEN di bank untuk disalurkan dalam bentuk pinjaman senilai Rp 64,50 triliun. Ke empat bank Himbara senilai Rp. 47,50 triliun, 11 bank daerah menerima Rp. 14 triliun dan tiga bank syariah Rp. 3 triliun.

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR akan bekerja sama dengan 30 bank untuk menyalurkan FLPP. Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan bank pelaksana telah dilaksanakan pada tanggal 18 Desember 2020. Bank tersebut terdiri dari 9 Bank Nasional yaitu BTN, BTN Syariah, BNI, BNI Syariah, Bank Mandiri, BRI, Bank BRI Syariah, BRI Agro, dan Bank Artha Graha, serta 21 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Direktur Utama PPDPP Arief Sabaruddin mengatakan, kriteria penetapan kuota awal bank pelaksana akan didasarkan pada data realisasi FLPP, data potensi debitur SiKasep, dan nilai evaluasi bank. Selain itu, PPDPP akan fokus pada kinerja realisasi distribusi, ketepatan sasaran, dan kualitas bangunan rumah dalam penyaluran FLPP, ”kata Arief dalam keterangan resminya, Jumat (18/12).

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) optimistis bisa menyalurkan kuota KUR yang akan diberikan pemerintah kepada perseroan tahun depan. “Kami optimistis sejalan dengan kondisi ekonomi yang lebih baik dan digitalisasi proses bisnis BRI yang lebih cepat,” kata Aestika Oryza, Sekretaris Perusahaan BRI kepada KONTAN, Minggu (20/12).

Baca juga: Kementerian BUMN akan merombak fokus bisnis bank-bank BUMN, ini yang diambil Bank Mandiri

Sepanjang tahun ini BRI mampu menyalurkan KUR secara optimal. Saat ini perseroan telah berhasil merealisasikan seluruh kuota KUR yang diterima yaitu Rp. 136 triliun KUR mikro dan Rp. 8 triliun KUR super mikro.

BRI juga siap menyukseskan penyaluran FLPP tahun depan. Perusahaan telah mengajukan kuota sebanyak 25.000 unit. Aest menuturkan, tahap awal sudah disetujui sebanyak 6.000 unit untuk didistribusikan pada kuartal I 2021. Sedangkan untuk kuota tahun 2020 sebanyak 11.000 unit dengan nilai Rp 1,5 triliun, BRI telah berhasil menyalurkan semuanya.

Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kementerian PUPR akan bekerja sama dengan 30 bank untuk menyalurkan FLPP. Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan bank pelaksana telah dilaksanakan pada 18 Desember 2020. Bank tersebut terdiri dari 9 Bank Nasional dan 21 Bank Pembangunan Daerah (BPD).

PT Bank Tabungan Negara Tbk pun mengaku siap mendukung penyaluran FLPP yang dicanangkan pemerintah. Bank ini melihat kebutuhan akan rumah masih sangat besar. Untuk mempercepat penyaluran KPR (KPR) tahun depan, perseroan akan rajin menggelar pameran.

Dengan adanya program FLPP tersebut, BTN yakin penyaluran kredit perseroan tahun depan akan tumbuh lebih agresif. “Kami optimistis target pertumbuhan hingga 7% pada tahun 2021 dapat tercapai, dengan syarat alokasi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dapat di atas 75%,” ujar Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury dalam keterangannya. presentasi virtual terbaru.

Bank Mandiri juga akan mengusulkan penambahan kuota FLPP tahun depan. Pasalnya, perseroan menerima permintaan FLPP KPR yang cukup tinggi pada tahun ini dengan jumlah line mencapai 1.000 unit. Sedangkan kuota yang didapat pada tahun 2020 hanya 2.800 unit dan sudah didistribusikan dengan cepat.

EVP Consumer Loan Bank Mandiri Ignatius Susatyo Wijoyo mengatakan, masih banyak permintaan FLPP KPR ke Bank Mandiri karena saat ini sudah ada aplikasi Sikasep yang bisa digunakan oleh calon pembeli rumah untuk menentukan rumah mana yang akan dibeli sekaligus memilih bank untuk memudahkan. pembiayaannya.

Dia menambahkan, Bank Mandiri bisa membiayai KPR bersubsidi tanpa harus membuat perjanjian kerja sama (PKS) dengan pengembang selama ada penjualan atau terjadi pemutusan akta rumah.

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatiannya, terdapat voucher gratis senilai donasi yang bisa digunakan untuk berbelanja di KONTAN Store.



Source