Bakrie (BNBR) Klaim Hak Menangkan Cisem Gas, BPH Migas: Bukan Cuma Wacana

Bisnis.com, JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan kelanjutan pipa gas Cirebon – Semarang setelah penarikan pemenang pertama tersebut mempertimbangkan kemampuan investor.

Kepala BPH Migas Fanshurullah Asa menjelaskan, Rapat Komite BPH Migas pada 16 Desember 2020 telah disepakati untuk membentuk tim hukum yang melibatkan Biro Hukum KESDM dan Inspektorat Jenderal KESDM.

Tim tersebut akan melakukan legal review atas implementasi Peraturan BPH Migas Nomor 05 / P / BPH Migas / III / 2005 atau Peraturan BPH Migas Nomor 20 Tahun 2019. Dalam peraturan tersebut, calon pemenang lelang harus menyerahkan jaminan atas pelaksanaan pekerjaan yang dikeluarkan oleh Prime Bank sebesar 5 persen dari total investasi. Selain itu, calon pemenang lelang juga wajib menyerahkan perjanjian angkutan gas bumi (PPG) dalam waktu 3 bulan sejak diumumkan sebagai pemenang.

“Apapun pilihan yang diambil, yang terpenting harus sesuai dengan aturan yang ada dan bukan sekedar wacana saja. Hal ini agar pemenang tender dari badan usaha yang semula menyatakan bisa melakukannya tidak terulang lagi, seperti Teknik Industri (Rekind ), ”ujarnya dalam keterangan resminya yang dikutip, Minggu (20/12/2020).

Fanshurullah mengatakan, pembangunan Proyek Pipa Transmisi Semarang Semarang yang telah menjadi Program Strategis Nasional (PSN) diharapkan dapat mendukung peningkatan penggunaan gas bumi di dalam negeri, sejalan dengan rencana pemerintah menghentikan ekspor gas ke Singapura dan rencana tersebut. untuk menurunkan harga gas untuk industri menjadi US $ 6 per tahun. mmbtu.

Lebih lanjut, ia menambahkan, proyek pipa gas bumi juga sangat dibutuhkan untuk mendukung upaya Presiden Jokowi mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batang yang di-grounded pada 30 Juni 2020.

Sebelumnya, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) menyatakan kesiapannya dalam pembangunan pipa transmisi gas bumi Cirebon-Semarang (Cisem). Hal tersebut sejalan dengan hasil kajian evaluasi seksi transmisi Cisem dan rapat Komite BPH Migas untuk menyepakati opsi pemberian kesempatan kepada pemenang lelang kedua atau ketiga sesuai dengan Peraturan BPH Migas saat ini.

Perusahaan induk konglomerat Bakrie itu menjadi pemenang kedua lelang tersebut. Upaya menuntut hak menang telah disampaikan secara tertulis berdasarkan surat dari Direksi BNBR tertanggal 13 November 2020.

Dalam suratnya, perseroan juga meminta adanya penyesuaian terbaru untuk memberikan kepastian pengembalian investasi investor dengan nilai yang layak.

BNBR juga telah menyatakan bersedia memberikan Jaminan Pelaksanaan dalam waktu 7 hari kerja terhitung sejak ditetapkan BPH Migas sebagai calon pemenang lelang. BNBR meminta agar Jaminan Pelaksanaan sebesar 0,2 persen dari nilai investasi mengacu pada dokumen penawaran pada saat lelang tahun 2006. Hal ini dibuktikan dengan dokumen referensi Bank dari salah satu bank nasional.

Konten Premium

Masuk / Daftar


Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, bantu donasi sekarang! Klik di sini untuk lebih jelasnya.


Source