Bahar bin Smith Kedinginan dan Mau Toilet, Sidang Penyalahgunaan Sopir Taksi Tertunda 3 Menit Halaman all

BANDUNG, KOMPAS.com – Sidang penganiayaan pengemudi taksi online oleh Bahar bin Smith ditunda karena terdakwa meminta izin ke toilet karena kedinginan, di Pengadilan Negeri Kelas Khusus IA Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Selasa (6/4/2021) ) kemarin.

Awalnya, Bahar bin Smith duduk diam saat persidangan berlangsung, sembari sesekali minum dari gelas yang disediakan. Tak lama kemudian, Bahar Smith meminta persidangan ditangguhkan. Pasalnya, ia ingin ke toilet karena kesulitan buang air kecil.

“Di sini kamarnya ber-AC, dingin sekali. Selnya tidak menggunakan AC, jadi saya menahan diri untuk tidak ke toilet,” kata Bahar Smith, seperti dikutip Tribunnews.com.

Baca juga: Jaksa: Sebelum Memukul dan Menginjak Sopir Taksi Bahar bin Smith Tanya, Ente Tau Ane?, Korban Tak Tahu

Atas permintaan ini, hakim kemudian menangguhkan persidangan selama tiga menit.

Selanjutnya, sidang digelar kembali, dan jaksa membacakan dakwaan. Dalam dakwaannya, jaksa penuntut mengatakan Bahar Smith telah menganiaya seorang sopir taksi online.

“Terdakwa secara terbuka dan dengan energi kolektif melakukan kekerasan terhadap orang atau harta benda, jika kekerasan yang dilakukan tersebut mengakibatkan luka-luka,” kata Sukanda, Kejaksaan Jabar.

Baca juga: Sidang Bahar Bin Smith, Terungkap Sopir Ojek Online Dianiaya 10 Kali dan Kepala Terinjak-injak

Kronologis penganiayaan, sopir menjemput istri Bahar, dia terjebak kemacetan

Penganiayaan sendiri terjadi pada Selasa 4 September 2018 di kediaman Habib Bahar, Kompleks Perumahan Bukit Cimanggu, Kecamatan Tanah Sereal, Kota Bogor.

Korban penganiayaan dalam kasus ini, yaitu Andriansyah.

Saat itu, Andriansyah sedang mengendarai Toyota Calya untuk menjemput istri Bahar, Jigana Roqayah di kediamannya untuk berbelanja di Pasar Asemka, Jakarta Pusat.

Sore harinya, mereka pulang. Namun di tengah perjalanan, lalu lintas macet.

“Jihana Roqayah mengajak saksi korban Andriansyah untuk singgah dan makan di restoran Padang di Jalan Mangga Besar sambil menunggu jalan tidak macet, dan sekitar pukul 20.00 WIB keduanya melanjutkan perjalanan ke rumah Jihana Roqayah,” kata Sukanda.

Istri Andriansyah dan Bahar Jigana tiba di rumah sekitar pukul 23.00 WIB dan Bahar menunggu di depan pintu dan menghampiri Andriansyah dan masuk ke dalam mobil meminta diantar ke tempat parkir tempat penyimpanan mobil Bahar.

“Saat itu terdakwa berkata kepada saksi korban, ‘Anda kenal saya?’ Kemudian saksi korban Andriansyah menjawab “tidak tahu”. Kemudian terdakwa menjawab “Ane Habib Bahar”, ”kata Sukanda.

Saat itu, Habib Bahar mengalahkan Andriansyah.

Baca juga: Berita Terkini Terkait Dugaan Kasus Penganiayaan Ojek Online oleh Bahar Bin Smith

Korban dipukul 10 kali dan diinjak-injak di kepalanya

Korban keluar dari mobil dan kembali dipukul oleh Bahar sekitar 10 kali hingga Andriansyah jatuh ke tanah.

“Setelah saksi korban terjatuh, terdakwa memegangi baju di leher yang dikenakan saksi korban kemudian menarik dan menyeret saksi korban ke mobil Pajero Sport milik Bahar dengan bantuan Wiro (DPO), ujarnya.

Di dalam mobil, Andriansyah kembali dianiaya.

“Dengan saksi korban tertelungkup, terdakwa memukul kepala korban di punggung dengan tangan kosong dan menginjak-injak kepala saksi hingga kepala korban memar,” ujarnya.

Perbuatan terdakwa tersebut mengakibatkan korban luka-luka.

Dalam persidangannya, Bahar didakwa dengan Pasal 170 KUHP ayat (2) 1 tentang kekerasan dalam dakwaan pertama dan Pasal 351 KUHP ayat 2 tentang penganiayaan Jo Pasal 55 KUHP.

Sidang memprotes

Usai persidangan, Bahar bin Smith memprotes mengapa kasus ini dilanjutkan ke persidangan.

Ia mengutip Peraturan Kejaksaan Agung tentang penanganan perkara restoratif.

Ia berargumen bahwa ada perdamaian dan laporan korban telah ditarik.

“Seharusnya JPU memfasilitasi, mediasi antara terlapor dengan pelapor. Bahkan tidak menggugat,” ujarnya.

Artikel ini pernah tayang di Tribunnews.com dengan judul Tidak Biasa di Kamar Ber-AC, Habib Smith Dingin.

Source